Kiprah Rektor UMP Dr. H Syamsuhadi Irsyad MH, birokrat Pengadilan Agama yang sukses memajukan UMP

syamsuhadi irsyadBanyumasNews.com – Untuk ke-3 kalinya Dr. H. Syamsuhadi Irsyad MH kembali terpilih untuk memimpin Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Mantan Wakil Ketua Mahkamah Agung (MA) RI ini resmi dilantik di Aula AK Anshori UMP Dukuh Waluh oleh PP Muhammadiyah untuk masa jabatan 2015-2019, Sabtu 4 Juli 2015. Sebelumnya Syamsuhadi menjabat Rektor UMP pada periode 1976-1988, 2007-2011, dan 2011-2015.

Di bawah kepemimpinan Syamsuhadi Irsyad, UMP akan terus berperan aktif menyumbang pencerahan untuk Indonesia berkemajuan melalui bidang pendidikan. Hal ini disampaikan dalam pidato pelantikannya. “Semoga semua yang telah saya ikrarkan dapat dilaksanakan dengan baik, semoga semua langkah saya akan mendapatkan ridho Allah SWT agar dapat menjadi sebuah gerakan pencerahan Indonesia yang berkemajuan,” kata pria yang lahir di Sleman, 21 Januari 1940 ini.

Hadir dalam pelantikan Koordinator Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah Prof Dr Dwi Yuwono Puji Sugiharto MPd Kons. Dalam sambutannya Dwi Yuwono Puji Sugiharto menekankan pentingnya untuk mencapai dan mewujudkan visi dan misi UMP yang unggul, modern dan Islami.

Kiprah dan riwayat hidup Dr. H. Syamsuhadi Irsyad MH

Dr. H. Syamsuhadi Irsyad, MH terlahir di Sleman, 21 Januari 1940. Suami dari Dr. Rafiah Djapiloes ini sukses mengembangkan UMP menjadi perguruan tinggi swasta (PTS) terkemuka di Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen) atau yang sering disebut tlatah Banyumas, yang merupakan bagian barat selatan Propinsi Jawa Tengah, dengan pusat perkembangan kota Purwokerto.

gedung umpIa konsisten memperjuangkan komitmen terwujudnya visi universitas yang Unggul, Modern dan Islami. Berbagai kelengkapan lembaga, unit kegiatan, sarana dan prasarana serta peralatan laboratorium semua fakultas dan program studi sejak awal tahun 2012 secara bertahap sudah dilengkapi.

Pada akhir tahun 2011 Ketua Umum PPM Prof. Din Syamsuddin telah meresmikan penggunaan gedung Auditorium Ukhuwah Islamiyah UM Purwokerto (AUI-UMP), gedung FKIP, gedung UKM, gedung SD-UMP dan gedung PPMB (Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru). Di awal tahun 2012, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ibu Dra. Hj. Rustriningsih sudah meresmikan gedung Laboratorium terpadu. Dan kini, juga sudah diresmikan Masjid KHA Dahlan dengan memindahkan masjid YAMP ke kampus II, serta gedung RSU-UMP di Karangsoka.

Dr. H. Syamsuhadi Irsyad, MH mengabdikan hidupnya untuk Persyarikatan Muhammadiyah. Pendidikannya tidak jauh dari Muhammadiyah. Ia menempuh studi Strata Satu Syariah Jurusan Hadis di Institut Agama Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, tahun 1973, kemudian melanjutkannya pada studi S-1 Hukum Jurusan Keperdataan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), 1989-1992.

Program master Ilmu hukum berhasil diraihnya di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), 1994-1998, sedangkan program Doktoral Ilmu Hukum di Universitas Indonesia (UI). Ilmu Hukum lah yang mengantarkannya memasuki dunia birokrasi di lingkungan kerja Pengadilan Agama.

Pak Syamsu, sapaan akrabnya, memiliki berbagai jabatan yang diembannya di birokrasi. Seperti Ketua Mahkamah Islam Tinggi (MIT)/Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Jawa Tengah dan DIY di Semarang (1987-1992), Sumatera Selatan-Lampung-Bengkulu di Palembang (1992-1994), DKI Jakarta (1994-1996) dan Jawa Barat di Bandung (1996-1997). Terakhir, di tahun 2004, Pak Syamsu mendapat amanat sebagai Wakil Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI) Bidang Non Yudisial.

Prof. Dr. Bagir Manan, SH., M. CL pernah menyatakan ”Pak Syamsu adalah sosok yang memiliki kemampuan berdakwah. Kemampuan ini hendaknya lebih diberdayakan di masa purna bhakti nanti,” katanya.

Tonggak kemajuan UMP

Tidak bisa dipungkiri, pengalamannya menjadi bagian dari lembaga pemerintahan merupakan modal dalam merealisasikan semua program UMP yang diupayakan senantiasa meningkat, menyongsong semua program institusi yang diperlukan untuk berkembang dalam masa bakti kepemimpinannya.

Ia juga pernah aktif sebagai anggota pengurus Dewan Pakar Orwil Semarang, Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI).

Ia punya tekad agar lulusan UMP bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Beberapa terobosan yang ditetapkannya adalah menciptakan standar minimum indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa yang akan wisuda 2, 76. ”Mengenai standar IPK ini saya berlakukan,karena saya memahami betul, bagi beberapa mahasiswa yang memilih ingin mencari pekerjaan ada beberapa lembaga pemerintahan yang memberikan standar administrasi IPK 2, 75. Oleh karena itu, hal ini menjadi perhatian saya,” terangnya seperti dikutip kaumy.dki.org.

Agar tujuan tercapai, ia mendirikan beberapa unit kerja terkait seperti Student Advisory Center (SAC) diperuntukkan bagi mahasiswa yang menemui berbagai kendala akademis, Career Development Center (CDC) yang sifatnya menjembatani mahasiswa untuk memperoleh pekerjaan dan beberapa unit kerja lainnya yang sifatnya mendorong mahasiswa untuk mencapai standar IPK yang telah ditetapkan.

Gerbang UMP
Gerbang UMP

Ia juga memberikan perhatian khusus bagi mahasiswa berprestasi berupa beasiswa. Eksesnya, tidak sedikit mahasiswa UMP yang menorehkan prestasi bukan saja dalam ajang lokal tetapi juga regional atau bahkan nasional. Agar lahir insan akademika yang mumpuni, ia telah menyiapkannya secara mendasar, yaitu menyiapkan peningkatan kemampuan mahasiswa yang menyempurnakan sistem pelatihan dan materi ESQ (Emotional Spiritual Quotient) Ary Ginanjar Agustian dengan pelatihan BEST (Becoming Exelent Student Training) oleh para dosen dan pakar dari UMP sendiri.

Sertifikat BEST digunakan sebagai syarat registrasi semester III. Selanjutnya dikembangkan dengan pelatihan SMART (Softskills Management and Resolution Training) sebagai syarat registrasi semester V, dan akhirnya dengan pelatihan SUCCES (Spiritual Up and Career Competencies Empowering by Softskills) sebagai syarat untuk mendaftar wisuda. Sudah menjadi prinsip UMP untuk membekali segenap mahasiswa dengan kajian Al-Islam secara intensif. Mahasiswa didorong untuk dapat membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur’an sejak masuk UMP.

Bukan hanya mahasiswa, dalam bidang kualitas pengajar, ia memacu semua staf pengajarnya untuk memenuhi standar kualifikasi yang ditetapkan Ditjen Dikti. Hampir seluruh staf pengajar UMP telah menempuh S2, bahkan Guru Besar UMP tiap waktunya bertambah. Dalam upayanya memberikan kontribusi pembangunan nasional dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mulai tahun akademik 2009 yang lalu UMP telah membuka Program Strata Dua (S2) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Tidak ketinggalan juga mengenai tekad UMP menuju World Class University. Di samping kerjasama yang sudah dilakukan, ia menjelaskan, “kerja sama dengan lembaga luar negeri akan terus dikembangkan, bukan saja Memorandum of Understanding (MoU) tetapi juga Memorandum of Agreement (MoA),“ tuturnya. Bentuk kerjasama itu diaplikasikan dalam hal pertukaran mahasiswa, dosen, penelitian bersama dan sistem dual degree. Terbukti, sampai hari ini UMP telah menerima mahasiswa internasional, ikut serta dalam forum internasional dan menyelenggarakan seminar internasional dengan mendatangkan dosen tamu internasional.

Jelas kiranya, kemajuan UMP tidak terlepas dari sosok yang sederhana dan karismatik ini. Dalam sorot matanya, ia paham betul bagaimana para pendiri UMP memiliki cita-cita besar agar berdiri perguruan tinngi Muhammadiyah yang mampu melahirkan insan akademika Islami. Kiprah Dr. Syasuhadi Irsyad di dalam kepemimpinan sebelumnya dan yang akan dilakukannya di periode 2015-2019 akan menjadi warisan berharga bagi Muhammadiyah dan umat Islam pada umumnya. Ia meletakkan dasar-dasar pengembangan PTS di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, yang menjadi historia tersendiri dan sudah seharusnya menjadi kiprah yang layak menjadi inspirasi.

Selamat Pak Syamsu, semoga bertambah sukses untuk kepemimpinan periode ini. (BNC/ist)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.