Jalan Dilebarkan, Tugu Lancip Cagar Budaya Terpaksa Digeser

???????????????????????????????PURBALINGGA (BNC) – Pelebaran jalan Bobotsari – Karangreja berimbas pada keberadaan tugu lancip cagar budaya di jalur tersebut. Tugu peninggalan jaman Belanda yang berlokasi di Desa/Kecamatan Bobotsari itu terpaksa harus digeser.
Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah bersama Tim Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora) Purbalingga,  ke lokasi tugu untuk melakukan pengkajian.

Kepala Pokja Perlindungan Cagar Budaya BPCB Jateng, Sugeng Widodo, mengatakan, penggeseran benda cagar budaya tersebut pada dasarnya boleh dilakukan selama tidak mengubah bentuk aslinya. Kasus seperti ini pernah terjadi saat penggeseran Gapura Kleco di Solo yang menjadi batas keraton dengan luar. “Gapura ini juga digeser beberapa meter karena terimbas pelebaran jalan. Demikian juga nanti tugu lancip ini yang digeser untuk pelebaran jalan,” kata Sugeng.

Menurutnya, penggeseran tugu lancip tidak akan mengubah nilai historis dari bangunan tersebut. Di sisi lain, masyarakat umum memerlukan akses jalan yang lebar untuk transportasi. “Tentunya kita harus berfikir ke depan dan lebih mementingkan kepentingan umum tanpa harus merusak cagar budaya,” katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dinbudparpora) Purbalingga, Subeno mengatakan, wacana penggeseran tugu lancip tersebut sudah sejak 2011. Sebab sejak itu, ruas jalan provinsi Purbalingga-Bobotsari-Pemalang mulai diperlebar secara bertahap.
“Tahun ini Bobotsari-Karangduren tengah dikerjakan dan dihentikan sementara menunggu tugu lancip ini digeser,” katanya.

Tugu lancip merupakan salah satu benda cagar budaya yang dilindungi oleh Undang-Undang. Tugu ini dibangun pada 1925 pada masa Bupati Raden Haryo Gondo Kusumo, bupati terakhir masa pemerintahan Kolonial Belanda. Tugu lancip dibangun sebagai tanda masuk wilayah kota Purbalingga di Bobotsari.
“Saat ini jarak antara dua tugu tersebut sepanjang 4,2 meter. Dua tugu itu akan digeser diperlebar masing-masing 1,5 meter,” katanya.

Camat Bobotsari, M Fathurahman mengatakan, diharapkan izin pelebaran dari BPCB Provinsi Jateng bisa secepatnya turun, sehingga tugu tersebut bisa segera digeser. Sehingga saat arus mudik nanti jalan tersebut sudah diperlebar dan tidak menimbulkan kemacetan seperti pada tahun-tahun sebelumnya. (tgr)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.