Buku Wisata Kuliner Purbalingga Di-relaunching

Buku Wisata Kuliner 1PURBALINGGA – Buku Wisata Kuliner Purbalingga yang pernah terbit di tahun 2010, kembali dilaunching cetakan keduanya. Relaunching Buku Wisata Kuliner Purbalingga oleh Bupati Drs H Sukento Rido Marhaendrianto MM ini dilaksanakan di sela-sela Apel Kerja Awal Tahun 2015 di Halaman Pendopo Dipokusumo Purbalingga, Jumat (2/1/2015).

“Buku Wisata Kuliner Purbalingga ini merupakan cetakan kedua dengan sejumlah revisi dari cetakan pertama di tahun 2010. Sebab, ada banyak rumah makan yang tutup dan banyak pula yang bermunculan, termasuk produk makanan khas dari usaha mikro yang berkembang pesat di Purbalingga,” jelas Kepala Bagian Humas Setda Kabupaten Purbalingga.

Relaunching ditandai dengan penyerahan Buku Wisata Kuliner Purbalingga secara simbolis oleh Bupati Sukento kepada Kepala Dinperindagkop Purbalingga Agus Winarno dan pemilik usaha Soto So Bojong, Thity sebagai wakil pemilik usaha kuliner di Purbalingga. Buku ini juga dibagikan kepada semua Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Lingkungan pemkab Purbalingga yang hadir dalam apel tersebut dan kepada pemilik usaha kuliner yang tercantum dalam buku tersebut.

“Buku ini rencana akan kami kirimkan ke 35 kabupaten / kota di Jawa Tengah dan persiapan ketika ada tamu kunjungan kerja dari luar kota sebagai promosi potensi daerah. Jika memungkinkan, nanti kami juga akan bagikan ke perpustakaan desa, sekolah dan kecamatan,” jelasnya.

Buku Wisata Kuliner Purbalingga ini tidak diperjualbelikan. Untuk mendapatkan buku ini, dapat menghubungi Bagian Humas Setda Kabupaten Purbalingga selama persediaan masih ada karena buku ini diproduksi dalam jumlah yang terbatas.

“Kami mengutamakan perpustakaan atau rumah baca non komersil, bukan perorangan. Agar lebih banyak yang membaca karena memang jumlahnya terbatas,” tegasnya.

Dalam buku setebal 100 halaman yang ditulis oleh staf Bagian Humas Setda Purbalingga, Estining Pamungkas ini memuat revisi dari tulisan Buku Wisata Kuliner Purbalingga Cetakan Pertama yang ditulis oleh Prayitno, Djoko Triwinarso dan Prasetyo. Revisi mencakup harga, lokasi, perkembangan menu, dan sebagainya. Ada banyak juga rumah makan yang tutup sehingga tidka lagi dimunculkan.

“Ada juga beberapa tambahan lainnya, seperti warung makan atau restoran yang baru. Makanannya juga tidak selalu makanan khas, tapi ada juga makanan-makanan modern. Tapi semuanya asli milik orang Purbalingga atau yang berdomisili di Purbalingga, bukan franchise atau cabang dari luar daerah,” jelas Rusmo.

Kuliner atau lokasi kuliner dari Buku Cetakan Lama yang dipertahankan beberapa contoh diantaranya Buntil Kutasari (Carangmanggang), Soto Misdar, Soto Jatisaba, Soto So, Soto Kriyik Bu Karsini, Es Duren, Sate Yani, Bakmi Sunar, Waroeng Djoglo, masih banyak lagi, Sedangkan kuliner atau lokasi baru yang di cetakan lama tidak/ belum ada seperti Bangjo Cafe, Kopi Manggis, hingga makanan tradisional seperti Sumpil, Ucheng, Awug-awug dan Mendoan. (pt).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.