Agro Wisata Lembah Asri Makin Diminati

Wisatawan memetik  stroberi langsung di kebun.
Wisatawan memetik stroberi langsung di kebun.

PURBALINGGA – Agro wisata ‘Lembah Asri’ di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, makin diminati wisatawan. Rata-rata jumlah kunjungan pada akhir pekan mencapai 1.000 orang. Agro wisata ini menyajikan potensi wisata utama berupa petik stroberi. Selain itu, di desa yang berada di kaki Gunung Slamet ini juga menyuguhkan permainan outbond, wisata berkuda, ATV, kids farmer, tracking, camping ground, paint ball dan sejumlah permaianan menarik.
Kepala Desa Serang Sugito, SE mengungkapkan, seiring dengan semakin dikenalnya destinasi wisata di Purbalingga, wisata agro desa Serang terkena imbas positifnya. Wisatawan dari luar kota cenderung ingin menikmati udara segar di kaki Gunung Slamet sembari bersantai dan menikmati stroberi langsung di kebun. “Dari catatan jumlah pengunjung ke desa kami, pada setiap akhir pekan, sabtu – minggu bisa mencapai 1.000 orang. Pekan lalu saja juga ada wisatawan dari mancanegara yang sengaja mengunjungi desa kami,” tutur Sugito disela-sela pembinaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di balai desa setempat, Selasa (4/11).

Sugito mengatakan, untuk menikmati wisata di Desa Serang, tidak perlu mengeluarkan biaya mahal. Bahkan, Pokdarwis pengelola agro wisata Lembah Asri hanya memungut biaya parkir kendaraan saja. Wahana lain bisa dinikmati sesuai keinginan. Misalnya, untuk ke kebun stroberi cukup mengeluarkan Rp 15 ribu dan makan sepuasnya di kebun. Jika ingin membawa pulang, per kilogram stroberi cukup membayar Rp 25 ribu. Wahana lain seperti naik kuda cukup 10 ribu dengan berkeliling kebun. Kemudian naik ATV seharga Rp 12 ribu. “Wisatawan juga bisa bersantai bersama keluarga sembari menikmati rerimbunan pohon pinus dan udara yang sejuk,” katanya.

Sugito menambahkan, pihaknya ingin terus mendapat dukungan dari Pemkab dan pihak terkait lain dalam pengembangan desa wisata. Selain infrastruktur yang semakin membaik, pihaknya juga berencana menambah wahana baru di kawasan Lembah Asri. “Wisatawan ternyata sudah tidak hanya saat akhir pekan saja yang berkunjung ke desa kami, pada hari biasa juga sudah banyak dikunjungi khususnya dari kalangan muda-mudi dan rombongan sekolah.

Salah seorang guru dari SDN 3 Kutabanjar, Banjarnegara, Murti yang membawa rombongan siswa sekitar 60 siswa mengaku senang bisa berkunjung ke Desa Serang. “Anak-anak ingin menikmati wisata petik stroberi sendiri yang tidak ada di wilayah kami,” ujarnya, Selasa (4/11).

Kepala Bidang Pariwisata Dinbudparpora Purbalingga, Ir Prayitno, M.Si mengatakan, pihaknya akan terus memberikan bimbingan dan dukungan dalam pengembangan Desa Serang menjadi destinasi wisata yang dapat menggerakkan perekonomian desa. Bimbingan yang diberikan antara lain bimbingan pengelolaan homestay, pelatihan pemandu wisata, pelatihan outbond, bimbingan pembuatan souvenir, kelembagaan Pokdarwis, penyusunan paket wisata dan kampanye sadar wisata, fasilitasi seni atraksi wisata serta sejumlah kegiatan peningkatan SDM lainnya. “Pemkab juga memberikan fasilitasi berupa stimulan dana hibah untuk pengembangan Pokdarwis dan juga membantu penyusunan masterplan pengembangan kawasan Lembah Asri,” kata Prayitno.

Prayitno menambahkan, selain pembinaan di Pokdarwis Serang, pihaknya juga melakukan pembinaan sembilan Pokdarwis lain di wilayah Purbalingga. “Kami juga berencana mengajak para ketua pokdarwis dan kadesnya untuk berkunjung ke Pokdarwis lain di Kabupaten Magelang dan Yogyakarta yang telah sukses mengembangan desanya sebagai desa wisata unggulan,” tambah Prayitno. (tgr)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.