Pascaproklamasi, Masih Ada Amanat Reformasi

hut kemerdekaan ri di simpang limaSEMARANG (BanyumasNews.Com) – “Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama. Kita masih hidup di masa pancaroba.”

Ungkapan dari Bung Karno tersebut kembali diangkat Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH pada Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-69 di Lapangan Pancasila (Simpanglima) Semarang, Minggu (17/8). Dikatakan pancaroba mengingat belum ada kesejahteraan yang sejuk, indah, bagi seluruh masyarakat. Perubahan ekonomi, politik, sosial, budaya, dan lainnya pus mesti ditata.

“Kita punya pancaroba politik. Kita harus membereskan. Pilpres mesti segera beres, segera kita masuk pada situasi negara yang kembali bersatu, kembali kompak. Kita punya problem ekonomi yang kita selesaikan. Maka kita tiupkan kembali semangat kejuangan untuk masuk di Jawa Tengah,” ungkap dia.

Kekuatan nasional, imbuh Ganjar, harus terus dijaga. Kedaulatan politik negara tidak boleh diintervensi pihak lain. Persoalan ideologis yang ingin merongrong bangsa ini mesti diatasi dengan kekompakan di antara masyarakat. Kedaulatan ekonomi dijaga dengan berupaya memproduksi kebutuhan sendiri, meski tidak harus antiimpor.

“Kita tidak boleh meninggalkan kepribadian dalam kebudayaan. Ini yang ingin didorong agar langkah-langkah pembangunan di Jawa Tengah menuju ke sana, dan Jawa Tengah menjadi bagian nasional. PR (pekerjaan rumah) kita ini,” tegas Gubernur.

Setelah amanat proklamasi 17 Agustus 1945, kata Ganjar, masih ada amanat reformasi yang diwujudkan. Untuk itu masyarakat diminta berani berubah menuju kebaikan. Good government dan clean governance menjadi prioritas agar dapat terwujud demi tercapainya masyarakat sejahtera.

Upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-69 di Lapangan Pancasila dihadiri sejumlah mantan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah. Di antaranya, H Bibit Waluyo, H Mardiyanto, H Ali Mufiz, Hj Rustriningsih. Hadir pula beberapa pahlawan perintis kemerdekaan. Berbeda dengan tahun sebelumnya, panggung inspektur upacara tidak dilengkapi dengan tenda. Sehingga Gubernur ikut merasakan teriknya mentari seperti peserta upacara lainnya. Selain itu, upacara kali ini juga diikuti masyarakat umum.

Peringatan HUT ke-69 Kemerdekaan RI di Lapangan Pancasila juga diramaikan dengan pameran 20 alutsista milik TNI dan Polri, baik kendaraan taktis maupun kendaraan tempur. Antara lain kendaraan pengawalan, PJD raider, wolf Polri, BTR raider, EOD dan baracuda, panhard bikavser, APV dan PA Polri, panser anoa kikav, AWC Polri, tank Amx 13 APC yonkav, dan meriam 57mm S60. Tidak hanya menonton, masyarakat yang hadir juga diberi kesempatan untuk naik kendaraan tersebut mengelilingi Simpanglima. (BNC)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.