Kurikulum 2013 Diterapkan, Buku Ajar K13 Belum Juga Datang

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com) – Hingga awal bulan Agustus ini, buku kurikulum 2013 (K13) untuk pegangan guru dan siswa belum sampai di sekolah meski kurikulum 2013 sudah resmi diterapkan. Distribusi buku panduan K13 bagi guru dan siswa tingkat sekolah dasar (SD) di Purbalingga, terlambat sehingga menghambat penerapan metode pembelajarnnya yang diberlakukan pada tahun ajaran baru 2014 mulai Senin (4/8).
Guru kelas 1 SD Negeri 2 Langkap Prethy Susilowati mengungkapkan, pelaksanaan K13 harus dilaksanakan sekolahannya di tahun ini, tetapi buku pegangan guru dan untuk para siswa belum diterima. “Memang ada keterlambatan untuk SD. Itu sedikit mempengaruhi proses kegiatan belajar dan mengajar.Intinya, kami tetap harus semangat dalam melaksanakan K13 ini,”,”ungkapnya, Jum’at (8/8).

Ia mengaku, keterlambatan pendistribusian buku panduan tersebut cukup mengganggu penerapan kurikulum 2013. Sebab, kurikulum tersebut baru dan belum begitu dipahami oleh para tenaga didik.

Kepala SD Negeri 2 Desa Langkap Sujoko mengaku belum bisa melaksanakan kurikulum 2013 secara maksimal.Pasalnya, sarana buku pegangan bagi guru dan siswa yang belum terpenuhi. “Namun demikian, kami tetap berusaha secara maksimal dengan materi-materi yang telah kami dapatkan dalam pelatihan implementasi K13,”tegas Sujoko.

Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Kertanegara Yohanes Hariyanto melalui Pengawas TK/SD Rachma Suswati, S.Pd menegaskan, guna mengatasi kendala penerapan kurikulum 2013, pihak sekolah diperbolehkan untuk menggandakan buku panduan yang telah ada dengan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) “Sekolah harus menyiasatinya dengan menggandakan panduan yang ada di CD maupun mengkonversikan ke tulisan di kertas,”tegas Rachma.

Rahma menjelaskan, jika dihitung untuk biaya penggandaan materi buku guru kelas 1,2,4,5 satu sekolahan, untuk satu tema K13 yang terdiri lima sub tema bisa mencapai Rp.1.500.000.

“Oleh karena itu disarankan jangan menggandakan seluruhnya satu tema,lebih baik hanya untuk satu atau dua sub tema saja dahulu sambil menunggu kiriman buku K13 datang di sekolah,”jelasnya.

Sementara itu Kepala SMP Negeri 2 Bobotsari Masrun mengatakan, untuk efisiensi anggaran, pihaknya menggunakan paparan oleh para guru sesuai kreativitas masing- masing mulai Senin (4/8). Karena, jika harus menggandakan semua, meski hanya satu bab untuk masing- masing buku ajar, anggaran yang ada tidak memadai.

“Guru akhirnrya berupaya memberikan pemahaman kepada siswa dan meminta siswa memahaminya pertama. Kami berharap, Agustus ini, buku ajar itu segera terealisasi. Baik untuk pegangan guru maupun siswa,” katanya.

Ia mengaku, saat ini belum ada kendala yang berarti, karena guru sudah diperintahkan memaksimalkan panduan yang ada di CD dahulu. Tentunya, dengan cara yang mereka anggap tepat dan sembari menunggu realisasi buku itu.

“Sejak Juli, buku itu dijanjikan sudah tiba. Namun ada kabar lagi Agustus ini. Harapan kami, segera saja terealisasi agar semua kegiatan di sekolah berjalan lebih baik,” ungkapnya.

Ketua MKKS Kabupaten Purbalingga, Hartoko Hadi menegaskan, sekolah bisa menggunakan sisa dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang ada untuk mengkopi buku ajar itu. Jika tidak, bisa disampaikan melalui paparan di hadapan siswa dengan prasarana komputer yang dimiliki.

“Kami sudah menerima instruksi seperti itu. Bahkan kabarnya pertengahan Agustus buku sudah bisa tiba di sekolah. Karenanya saat ini sekolah hanya mengkopi satu Bab saja dan diperkirakan bisa jalan satu bulan,” tegasnya. (BNC)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.