Polisi Bekuk Empat Remaja Pelaku Asusila

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com) – Setelah melakukan penyelidikan secara intensif, jajaran Polres Purbalingga akhirnya berhasil membekuk empat remaja yang tersangka asusila terhadap anak di bawah umur, Rabu (16/7). Keempatnya adalah DW (16), Sidik Kurniawan (19), ANH (15) dan ER (16), semuanya warga Desa Selaganggeng, Kecamatan Mrebet.

Tindakan asusila tersebut dilakukan terhadap Bunga -bukan nama sebenarnya- (13) warga Desa Bojong, Kecamatan Mrebet pada Rabu (9/7) malam di sebuah tempat penggergajian kayu di Desa Selaganggeng.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Purbalingga, Inspektur Satu Tri Arjo kepada wartawan , Senin (21/7) menjelaskan, pihaknya mendapat laporan dari orang tua korban sehari setelah peristiwa asusila tersebut terjadi.

Namun, pihaknya belum bergerak melakukan penangkapan pelaku karena kekurangan personel. Sebab saat itu dia dan anggotanya masih melakukan pengamanan Pilpres hingga penghitungan suara di tingkat kecamatan. Meskipun demikian, pihaknya tidak tinggal diam, mereka tetap melakukan penyelidikan.

Sehari setelah pengamanan Pilpres usai, pihaknya langsung mendatangi salah satu tersangka yang dikenal oleh korban, yaitu DW yang ternyata saat itu sedang berada di rumah Sidik. Setelah penangkapan dua tersangka, kedua tersangka lain dihubungi dan diminta untuk datang ke rumah Sidik. Saat keduanya ditangkap, akhirnya mereka ditangkap.

“Keempatnya lalu dibawa ke Mapolres Purbalingga. Sedangkan anggota saya menyerahkan surat penangkapan kepada para orang tua tersangka,” kata Tri Arjo.

Kasus ini bermula saat korban diajak melalui SMS oleh DW untuk menemani ke suatu tempat pada Rabu (9/7) pukul 23.00. Awalnya korban menolak, namun setelah dipaksa oleh DW, akhirnya korban menuruti. Korban pun dijemput menggunakan sepeda motor di rumah korban oleh DW.

Korban lalu dibawa ke tempat penggergajian kayu di Desa Selaganggeng, Kecamatan Mrebet. Ternyata di lokasi tersebut sudah ada tiga kawan DW yaitu SIdik Kurniawan, ANH dan ER. Setelah berkenalan, korban lalu dipegangi oleh para pelaku dan tindak asusila tersebut terjadi.

“Korban pulangnya diantar oleh DW, tetapi tidak sampai rumah. Hanya ditinggal di tepi jalan raya. Selama korban pergi, orang tua korban juga mencari anaknya,” kata Tri.

Karena korban dan pelaku masih di bawah umur, polisi pun melakukan dispute resolution dengan mengundang keluarga korban dan tersangka. Namun mediasi tersebut berakhir buntu. Orang tua korban tetap menginginkan agar kasus tersebut diproses.

Dari pengakuan para tersangka, hanya dua yang melakukan persetubuhan dengan korban, yaitu ANH dan ER. Sedangkan DW dan Sidik hanya memegangi dan menyentuh tubuh korban. Meskipun demikian, DW dan Sidik juga dikenakan pasal UU Perlindungan anak karena ikut melakukan perbuatan asusila. (BNC)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.