Dua Bus Tabrak Toko dan Pohon di Jalur Maut Bayeman

Bus Raya yang mengangkut puluhan penumpang menabrak rumah dan pohon di jalur Bayeman Desa Tlahab Lor, Kecamatan Karangreja, Jum’at (18/7) pagi.
Bus Raya yang mengangkut puluhan penumpang menabrak rumah dan pohon di jalur Bayeman Desa Tlahab Lor, Kecamatan Karangreja, Jum’at (18/7) pagi.

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com) – Jalur tengkorak di Dukuh Bayeman, Desa Tlahab Lor, Kecamatan Karangreja, kembali menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Jum’at (18/7) pagi, dua bus angkutan lebaran “Raya” jurusan Jakarta-Solo yang berjalan beriringan menabrak toko dan pohon.
Tak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu, namun seorang kernet bus mengalami luka serius dan harus dilarikan ke rumah sakit. Sementara itu, 53 penumpang di kedua bus itu selamat.
Bus yang berada di depan bernomor polisi AD-1498-AG dikemudikan oleh Anjar Widagdo (39) warga Jombanglegok, Jombang, Semarang. Sedangkan di belakangnya bus bernomor polisi AD-1490-EG dikemudikan oleh Soeyatman (53) warga Karangase, Lawean, Surakarta. Kedua bus sedang dalam perjalanan menuju Purbalingga dari Pemalang.

Sopir bus Soeyatman mengatakan, kedua bus yang biasa lewat jalur selatan, terpaksa harus lewat jalur Pemalang-Purbalingga karena jembatan di Comal Pemalang putus. Kedua bus itu sampai di daerah Karangreja sekitar pukul 04.30. Sesampai di turunan terakhir di Bayeman, bus yang dikendarai Soeyatman blong remnya dan oleng. Bus lalu menyeruduk bus di depannya yang dikemudikan Anjar Widagdo.

Bus yang berada di depan lalu menabrak depan ruko milik warga di sisi kanan jalan. Sedangkan supir bus belakang membanting stir dan menabrak pohon jengkol dan pagar tembok rumah warga di sebelahnya. Bahkan pohon tersebut sampai roboh. Akibatnya, Suradi, kernet bus yang remnya blong itu mengalami luka serius di tubuhnya.

Kasat Lantas Polres Polres Purbalingga, AKP Margono mengatakan, kecelakaan tersebut diakibatkan bus mengalami rem blong. Selain itu, bus tersebut juga tidak terbiasa lewat jalur Karangreja. Bus tersebut biasanya melintas melalui jalur selatan.

“Informasi yang mereka peroleh dari Pemalang, terdapat gangguan di jembatan Comal, sehingga sebagian arus lalu lintas dialihkan ke Purbalingga. Hal ini mengakibatkan penambahan volume kendaraan.,” katanya.

Lokasi kecelakaan tersebut, kata Margono merupakan titik black spot dimana dalam satu tahun, korban akibat kecelakaan di lokasi itu lebih dari tiga. Beruntung pada kecelakaan tersebut tidak terjadi korban jiwa. Para penumpang akhirnya dialihkan dengan dua bus lainnya. Kejadian tersebut cukup membuat arus lalu lintas tersendat karena bertepatan jam berangkat sekolah dan kantor. Setelah beberapa jam, kedua bus tersebut dapat dievakuasi. (BNC)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.