Tips Menyambut Malam Lailatul Qadar

Lailatul qadarLAILATUL Qadar yang kedatangannya merupakan rahasia Illahi,
untuk memperolehnya adalah suatu keniscayaan yang hanya akan
diperoleh oleh hamba-hamba pilihannya yang tentunya sudah
mempersiapkan kedatangannya di awal ramadhan. Berikut tips
dari Al Ustadz Muhammad Naim, Lc, tentang bagaimana
mendapatkan malam Lailatul Qadar:

1. Dengan kegembiraan dan kebahagiaan.
Mereka selalu berharap datangnya Ramadhan dan ingin segera
menyambutnya dengan kegembiraan dan kebahagiaan. Yahya bin Abi
Katsir meriwayatkan bahwa orang-orang salaf terdahulu selalu
mengucapkan doa:”Ya Allah sampaikanlah aku dengan selamat ke
Ramadhan, selamatkan Ramadhan untukku dan selamatkan aku
hingga selesai Ramadhan”. Sampai kepada Ramadhan adalah
kebahagiaan yang luar biasa bagi mereka, karena pada bulan itu
mereka bisa mendapatkan nikmat dan karunia Allah yang tidak
terkira.

2. Dengan pengetahuan yang dalam.
Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang wajib
dilaksanakan oleh setiap muslim. Ibadah puasa mempunyai
ketentuan dan aturan yang harus dipenuhi agar sah dan
sempurna. Sesuatu yang menjadi prasyarat suatu ibadah wajib,
maka wajib memenuhinya dan wajib mempelajarinya. Ilmu tentang
ketentuan puasa atau yang sering disebut dengan fikih puasa
merupakan hal yang wajib dipelajari oleh setiap muslim,
minimal tentang hal-hal yang menjadi sah dan tidaknya puasa.

3. Dengan doa
Bulan Ramadhan selain merupakan bulan karunia dan kenikmatan
beribadah, juga merupakan bulan tantangan. Tantangan menahan
nafsu untuk perbuatan jahat, tantangan untuk menggapai
kemuliaan malam lailatul qadar dan tantangan-tantangan
lainnya. Keterbatasan manusia mengharuskannya untuk selalu
berdo’a agar optimis melalui bulan Ramadhan.

4. Dengan tekad dan planning yang matang untuk mengisi
Ramadhan
Niat dan azam adalah bahasa lain dari planning. Orang-orang
soleh terdahulu selalu merencanakan pengisian bulan Ramadhan
dengan cermat dan optimis. Berapa kali dia akanmengkhatamkan
membaca al-Quran, berapa kali sholat malam, berapa akan
bersedekah dan membari makan orang berpuasa, berapa kali kita
menghadiri pengajian dan membaca buku agama. Itulah planning
yang benar mengisi Ramadhan, bukan hanya sekedar memplaning
menu makan dan pakaian kita untuk Ramadhan. Begitu juga selama
Ramadhan kita bertekad untuk bisa meraih taubatun-nasuuha,
tobat yang meluruskan.

5. Siapkan Fisik dan Materi
Hal yang juga penting untuk kita persiapkan dalam menyongsong
bulan Ramadhan adalah mempersiapkan fisik dan finansial kita.
Puasa Ramadhan merupakan ibadah fisik yang memerlukan tenaga
dan kondisi badan yang fit dan sehat wal afiat. Siang hari
kita harus meninggalkan makan dan minum padahal juga harus
melakukan pekerjaan rutin kita sehari-hari. Malam hari kita
melakukan sholat tarawih, sholat malam dan ibadah lainnya dan
menjelang Subuh kita juga harus bangun untuk bersahur. Itu
semuanya memerlukan tenaga dan jerih payah.

Singkatnya, fadlilah dan keutamaan Ramadhan secara sempurna
tidak akan mudah kita dapatkan kalau kondisi fisik kita tidak
sempurna dan fit. Untuk itu, menjelang Ramadhan kita harus
siapkan fisik kita baik-baik agar pada saat Ramadhan datang
nanti, kita siap secara fisik, sehat badan dan rohani. Menjaga
kesehatan adalah bagian dari ajaran agama. Oleh karena itu
berulang kali Rasulullah s.a.w. mengingatkan umatnya agar
meminta kesehatan kepada Allah dan menjaganya supaya tidak
merugi, karena kesehatan adalah salah satu modal terpenting
kita untuk bisa beribadah. Orang yang merugi adalah yang tidak
menggunakan kesehatannya untuk kebaikan dan yang lebih rugi
lagi tidak menjaga kesehatannya. Rasullah s.a.w. bersabda
dalam hadist sahih riwayat Tirmidzi “Dua nikmat Allah yang di
situ banyak orang merugi, yaitu nikmat kesehatan dan waktu
luang” . Ya karena banyak orang menyia-nyiakan kesehatan dan
waktu luangnya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.

Kalau prasyarat kesehatan sudah kita penuhi, namun tetap diuji
dengan sakit, maka janganlah berkecil hati karena niat kita
untuk berbuat baik telah didengar oleh Allah. Alam sebuah
hadist riwayat Bukhari Muslim Rasulullah s.a.w.
bersabda:”Apabila seorang hamba sakit atau bepergian, maka
Allah menulis untuknya pahala seperti yang ia lakukan saat
sehat dan di rumah”

Kemudian yang harus kita perhatikan menyongsong bulan Ramadhan
adalah persiapan finansial kita. Bukan untuk membeli kebutuhan
berbuka dan sahur yang mewah dan mahal. Tapi untuk menopang
ibadah sedekah dan infak kita.

Bulan Ramadhan adalah sedekah, bulan infak dan bulan menolong
saudara kita yang miskin dan kekurangan. Bulan Raamdhan adalah
bulan membantu saudara kita yang membutuhkan. Dalam riwayat
Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Abbas:”Rasulullah adalah orang
yang paling dermawan, tapi beliau lebih dermawan pada bulan
Ramadhan saat beliau kedatangan Jibril. Saat itu kedermawaan
Rasulullah seperti angin yang berhembus” . Artinya beliau
memberikan apa saja untuk sedekah seakan seperti angin yang
tidak peduli hambatan, terus berhembus.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.