Dilatarbelakangi Sewa Mobil, Lima Pelaku Pengeroyokan Dibekuk Polisi

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com)  – Lima tersangka pengeroyok terhadap Aji, warga Desa Purbasari, Kecamatan Karangjambu, ditangkap oleh Polsek Karangreja, Kamis (10/7). Kasus pengeroyokan dilatarbelakangi soal sewa mobil.
Kelimanya adalah Mustofa Khabib (30) warga Jl Mabes Hankam No 4 Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta; Marsodi (43) warga Perum Tlaga Harapan Blok I/8 No 21 Kelurahan Tlagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Bekasi; Muhamad Rejeki (30) warga RT 3 RW 4 Desa Kalirejo, Kecamatan Alian Kebumen; Muhammad Zaenal (33) warga RT 2 RW 1 Desa Sliling, Kecamatan Alian, Kebumen, dan M Farid Afandi (23) warga Sliling Kecamatan Alian, Kebumen.

Salah seorang tersangka, Marsodi menuturkan, sebelumnya ia menyewa mobil milik Mustofa Khabib atas suruhan seseorang bernama Widi, warga Desa Purbasari, Kecamatan Karangjambu. Mobil tersebut lalu dibawa oleh Marsodi dan Widi dari Jakarta ke Purbalingga.

Sesampai di Purbalingga, Marsodi mengantar Widi menemui seseorang untuk menagih hutang. Setelah itu, keduanya lalu pergi ke Terminal Bus Purwokerto karena Widi ingin naik bus. Sesampai di terminal, Widi ingin kembali ke Purbalingga, tapi karena terlalu lelah, Marsodi menolak.

“Widi lalu meninggalkan saya di warung kopi di terminal. Dia pergi sendiri ke Purbalingga. Tapi setelah lama saya tunggu kok tidak balik-balik. Saya lalu laporan pemilik mobil,” katanya saat dimintai keterangan polisi.

Hari berikutnya, Marsodi mendapat SMS dari nomor tak dikenal yang berisi jika ingin mengambil mobil untuk menemui Aji, warga Desa Purbasari, Kecamatan Karangjambu. Berdasarkan dari SMS tersebut, lalu pemilik mobil, Mustofa Khabib dan Marsodi berangkat dari Jakarta mencari Aji. Sebelumnya, keduanya bertemu Muhamad Rejeki, Muhammad Zaenal, Farid Afandi dan Ahmad Rifai yang masih saudara dengan Mustofa Khabib di perempatan Buntu, Banyumas. Mereka lalu bersama-sama mencari Aji.
Mereka pun berhasil menemui Aji dan menanyakan keberadaan mobil itu. Tapi oleh Aji dijawab tidak tahu. Karena emosi, Mustofa Habib lalu mengeluarkan senjata revolver jenis soft gun yang disimpan di pinggangnya, lalu memukulkannya ke lengan Aji.

Muhamad Rejeki dan M Efendi memegangi Aji karena khawatir kabur. Muhammad Zaenal memukul pelipis Aji dua kali hingga terjatuh. Sedangkan Marsodi memukul kaki kanan aji menggunakan batu dan Muhamad Rejeki memukul mulut korban dua kali. Sedangkan Ahmad Rifai hanya berdiri mengawasi kejadian tersebut.

Setelah kondisi Aji tak berdaya, lalu Aji dibawa ke Polsek Karangreja oleh mereka. Dengan alasan, Aji merupakan terlapor di Polsek Cipayung. Mengetahui kondisi Aji yang tak berdaya, kemudian dibawa ke Puskesmas Karangreja dan dirujuk ke RSU Purbalingga.

Oleh Kapolsek Karangreja, Ajun Komisaris Imam Hidayat, mereka tidak diizinkan untuk pergi. Sebab mereka telah melakukan tindakan penganiayaan. Akhirnya mereka ditahan di mapolsek dan diserahkan ke Satreskrim Polres Purbalingga.

Kasat Reskrim Polres Purbalingga, AKP Sardji mengatakan, tersangka Mustofa Khabib sebelumnya sempat melaporkan Widi dan Aji ke Polsek Cipayung dengan tuduhan penipuan. Bahkan anggota dari Polsek Cipayung sempat datang ke Purbalingga untuk mengeceknya. “Namun apa yang dilakukan oleh mereka tidak dibenarkan. Itu penganiayaan,” kata Sardji.

Sementara itu, menurut pengakuan Aji, ia dan Widi sempat pergi ke Semarang. Namun, setelah kembali, Widi pergi begitu saja. Adapun Widi saat ini masih dalam pengejaran. Sedangkan para tersangka penganiayaan dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun. Polisi juga menyita <I>soft gun<P> yang dibawa oleh pelaku. (BNC)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.