Stok Aman Jelang lebaran, Penjualan Ikan Rata-rata 2 Ton Sehari

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com) – Permintaan warga terhadap ikan air tawar di Purbalingga meningkat. Pada hari-hari biasa, penjualan di Tempat Penjualan Ikan (TPI) Kembaran Kulon hanya berkisar 1 ton. Memasuki pekan kedua bulan puasa, permintaan meningkat menjadi rata-rata 2 ton perhari.
“Karena permintaan naik, harganya pun ikut merambat naik walaupun masih wajar,” kata Kabid Perikanan Dinas Peternakan dan Perikananan (Dinakkan) Purbalingga, Siswanto, Kamis (10/7).

Siswanto menambahkan, penjualan ikan rata-rata 2 ton perhari itu hanya di TPI Kembaran Kulon saja. Padahal di Purbalingga terdapat dua TPI, yakni Kembaran Kulon dan Kutasari. Selain TPI, masih ada enam pasar ikan yang tersebar di desa Panican Kecamatan Kemangkon, Kutawis (Bukateja), Tunjungmuli (Karangmoncol), Mangunegara (Mrebet), Padamara (Padamara) dan Karangjambu (Karangjambu). Serta tiga los ikan dalam pasar di Kaligondang, Tlahab Kidul dan Makam.

Di TPI Kembaran Kulon, harga ikan Patin Rp 22 ribu perkilogram. Sebelumnya hanya Rp 20 ribu. Ikan Nila Rp 23 ribu dari sebelumnya Rp 21 ribu. Sedangkan ikan Tawes Rp 22 ribu (sebelumnya Rp 21 ribu), Lele Rp 18 ribu (Rp 17 ribu). Nilem Rp 30 ribu (Rp 28 ribu). Gurameh Rp 35 ribu (Rp 33-34 ribu), bawal Rp 17 ribu (Rp 15-16 ribu).

Menengenai harga yang naik, Siswanto yakin tidak akan terlalu tinggi. Karena kendati permintaan meningkat, stok ikan di Purbalingga juga masih banyak. “Paling tinggi kenaikan hanya sekitar 20 persen,” ujarnya.
Naiknya harga itu diperkirakan akan bertahan hingga satu minggu setelah hari lebaran. Setelah itu, harga ikan akan kembali normal.

Dari volume penjualan berbagai jenis ikan di sejumlah pasar, lele menempati posisi teratas. Sejak 1 Juli, ikan berpatil itu terjual 12,4 ton. Disusul ikan Nila (4,2 ton), Gurameh (3,4 ton), Patin (2,2 ton), Nilem (2,1 ton) dan Tawes (878 kilogram). “Hanya ikan Nila dan Nilem yang stoknya kurang karena tidak semua pedagang memiliki. Lainnya mencukupi,” ujar Siswanto. (BNC)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.