7.000 Personel Gabungan Siap Amankan Pilpres 9 Juli

Gelar pasukan pengamanan pilpres di Purbalingga. Setidaknya 7.000 personil gabungan diterjunkan untuk mengamankan pilpres, Rabu (9/7).
Gelar pasukan pengamanan pilpres di Purbalingga. Setidaknya 7.000 personil gabungan diterjunkan untuk mengamankan pilpres, Rabu (9/7).

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com)  – Sekitar 7.000 personel gabungan dari Polri, TNI dan Linmas segera diterjunkan untuk melaksanakan tugas pengamanan pelaksanaan pemilihan presiden dan wakil presiden (Pilpres) di wilayah kabupaten Purbalingga, 9 Juli lusa. Kesiapan pengamanan TPS ini terlihat saat dilakukan apel pergeseran pasukan pengamanan TPS pilpres 2014 yang dipusatkan di Alun Alun Purbalingga, Senin (7/7).
“Saya perintahkan setelah gelar pasukan ini, segera turun ke lokasi masing-masing. Kenali kondisi wilayah dan cermati setiap perkembangan. Segera kenali seluruh personil yang bertugas. Siapa tokoh masyarakatnya, siapa PPSnya, pengawasnya dan hansipnya,” ujar Kapolres Purbalingga AKBP I Ketut Suwitra Adnyana.

Kapolres menegaskan, keberadaan aparat keamanan harus bisa memberikan rasa aman bagi masyarakat yang akan menyalurkan hak suaranya di TPS. Indikator keberhasilanya, masyarakat tidak akan merasa takut dan tertekan dalam mengikuti hajat demokrasi ini.

“Beritahukan kepada masyarakat bahwa pilpres di Purbalingga aman. Ada aparat yang telah siap menjaga kondusifitas wilayah, sehingga tidak ada masyarakat yang merasa takut ke TPS dan memberikan hak suaranya tanpa adanya tekanan dari pihak manapun,” tandas Kapolres.

Pengamanan pilpres, lanjut Kapolres, tidak hanya bertumpu pada aparat keamanan saja. Namun harus didukung sepenuhnya oleh seluruh komponen masyarakat. Masyarakat, menurut Suwitra, harus peduli dengan lingkungan dan TPSnya. Sehingga dapat ikut mengawasi gerak gerik orang asing yang ada di wilayahnya.

“Kalau masyarakat tidak peduli, orang yang ingin berbuat kekacauan dapat melakukannya dengan mudah. Tapi kalau ada masyarakat yang peduli, saya yakin tidak tidak akan ada yang berani berbuat. Kalau masih ada yang berani, tentu hukum harus berjalan dan akan kita tegakan tanpa pilih-pilih,” katanya.

Dukungan lainnya juga diperlukan dari para penyelenggara dan unsur pengawasan. Pengawas dan penyelenggara pemilu, juga dituntut professional dan netral. “Silahkan gunakan hak suaranya di tobong. Tapi dalam melaksanakan tugas harus netral sehingga pelaksanaan pemilu di Purbalingga dapat berjalan baik, Aman, tertib, lancar, jujur dan adil,” katanya sembari menekankan agar penyelenggara dan pengawas pemilu bisa bekerjasama dengan kepolisian, karena apa yang dilakukan nantinya akan berimbas kepada penanggungjawab keamanan.

Dalam berbagai kesempatan disampaikan, untuk pengamanan pilpres ini, ada sedikitnya 7.000 personel gabungan dari Polri, TNI dan Linmas yang diterjunkan. Jumlah itu terdiri atas 5.719 anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas), 1.112 anggota Polres Purbalingga, 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) anggota Batalion 406 Candra Kusuma, 1 SSK anggota Kodim 0702 dan 1 Satuan Setingkat Peleton (SST) anggota Lanud Wirasaba.

Menurut Kapolres, pengamanan dilakukan sejak pendistribusian logistik dari kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga ke masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS), saat pelaksanaan hingga paska pemilihan. (BNC)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.