Pembangunan Mental Lebih Penting dari Pembangunan Fisik

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com) – Pembangunan mental lebih penting dari pada pembangunan fisik, karena satu bangsa hilang dari peredaran dunia karena rusaknya moralitas masyarakatnya, sebagaimana ditenggelamkannya kaum Nabi Nuh.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Kementrian Agama Kabupaten Purbalingga, Rochiman pada saat memberikan tauziah taraweh keliling (tarling) tingkat Kabupaten Purbalingga putaran ke 2 di Masjdi Baitul Khoir Desa Karangsari Kecamatan Karangmoncol, Jum’at malam (4/7).

Rochiman menambahkan banyaknya kenakalan remaja, tawuran dan narkoba adalah akibat kurangnya pembangunan mental bagi generas muda. Untuk meyelamatkan generasi muda tersebut Pemkab Purbalingga bersama Kemenag, pada tahun ajaran 2014/2015 akan mengadakan ekstrakurukulier berbasis akhlakul karimah.
“Karena tidak ada rumusnya seorang anak soleh/solehah tidak ngaji (belajar agama),” tutur Rochiman.

Pemberlakuan ekstrakurikuler ini akan diberlakukan dari TK/Paud sampai dengan tingkat SMA/SMK. Untuk tingkat TK/Paud dan SD/MI siswanya wajib ikut Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) atau Madrasah Diniyah (madin).
“Di Purbalingga jumlah ustad kalau dihitung rata-rata hanya mengajar 9 orang, ini sangat timpang kalau dibangkan dengan jumlah anak sekolah. Dengan pemberlakuakn ekstrakurikuler akhlakul karimah, maka anak muda di Purbalingga menjadi orang-orang yang bertaqwa. Kerena dalam firmannya Siapa orang yang bertaqwa kepada Allah maka akan di buka keberkahan untuknya dari langit dan bumi,”terang Rochiman.

Sedangkan Wakil Bupati Purbalingga, Tasdi mengatakan bahwa tarling merupakan sarana untuk mendekatkan antara umaroh dan ulama. Dengan silaturahmi ini maka masyarakat menjadi baik, selain itu juga untuk memberikan informasi dan gambaran tentang pembangunan yang ada di Purbalingga.

Tasdi menyadari ada lima permasalahan yang harus segera di pecahkan di Purbalingga. Yang pertama adanya masih kemiskinan sebesar 25 persen. Yang kedua Sumber Daya Manusia di Purbalingga masih rendah yaitu peringkat 19 se Jawa Tengah dengan angka Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan masih rendah. Yang ketiga angka pengangguran asmih 3 persen yang keempat adalah masih adanya kesenjangan sosial dan yang kelima keterbatasan anggaran karena dana APBD yang berjumlah sekitar 1,2 Trilyun, 64 persen digunakan untuk belanja Pegawai, sehingga yang kembali ke masyarakat hanya sisanya.

“Untuk mengatasi hal tersebut maka kita harus saeyeng saekoproyo bagaimana kita bareng-bareng menyelesaiannya,” kata Tasdi.
Pada kesempatan itu Tasdi juga mengingatkan kepada semua Kepala Desa agar dalam penggunaan anggaran harus sesuai dengan aturan hukum yang ada. Hal tersebut disampaikan karena pada tahun 2015 semua desa akan mendapatkan dana desa lebih dari 1 milyar. Sekarang kadesnya, untuk dapat memanajemen anggaran tersebut.

“Karena biasanya banyak uang banyak masalah, jangan sampai dana yang besar ke desa membuat masuk penjara. Untuk itu pada bulan puasa ini bagaimana kita menyiapkan mental agar tidak terjadi hal-hal tersebut” kata Tasdi.

Berkaitan dengan pelaksanaan pilpres 9 Juli mendatang Tasdi berharap agar kondisufitas wilayah tetap terjaga. Selain itu juga diharapkan partisipasi kehadiran masyarakat untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). “Siapapun yang jadi presiden nanti bisa memberikan kemakmuran bagi rakyatnnya,”tambah Tasdi. (BNC)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.