Rujak Mbok Tar, Rasa Khasnya Bikin Ketagihan

RUJAK : Mbok Tar tengah nguleg rujak yang dipesan pelanggan (foto : BNC/ruhito)
RUJAK : Mbok Tar tengah nguleg rujak yang dipesan pelanggan (foto
: BNC/ruhito)

BANJARNEGARA (BanyumasNews.Com) – Menikmati hidangan lezat tak melulu di restoran mewah dengan harga selangit. Adakalanya warung bambu pinggir jalan dengan harga merakyat juga menjadi klangenan masyarakat karena cita rasanya yang istimewa. Salah satunya, adalah warung rujak dan lotek Mbok Tar, di tepi jalan raya Klampok – Banjarnegara, tepatnya di samping Kantor Pos dan Kecamatan Purworejo Klampok.

Meski tidak didukung oleh bangunan representatif namun rujak Mbok Tar
tidak kalah pamor dari keramik yang menjadi ikon Klampok. Dengan
lokasi cukup tersembunyi dan tidak ada papan namanya namun banyak
orang mampir untuk makan. Bangunan yang menggunakan bambu dan dinding gedhek serta berlantai tidak dapat menutupi kelezatan rujak ulek.
Pelanggannya sungguh luar biasa. Semua kalangan mulai pelajar,
pedagang, pegawai, hingga para pejabat menjadi pelanggan setia.
Bahkan, pembeli tak hanya dari Kecamatan Klampok saja, tapi dari
kecamatan lain hingga luar kota pun ada.

Begitu masuk ke warung ini tersedia bangku dan meja kayu untuk duduk
pengunjung. Di meja sudah tersedia beberapa jenis makanan kecil dan
yang selalu pasti ada adalah mendoan goreng. Di situ juga tersedia
gelas dan minuman air putih yang disediakan gratis. Setelah itu baru
ada yang mendatangi kita untuk menanyakan rujak yang akan dipesan.
Bahkan seringkali langsung ibu yang mengolah rujak itu yang menanyakan
langsung dari tempatnya.

Menu rujak yang disediakan adalah rujak buah dan rujak sayur atau
rujak matang. Pembeli tinggal meminta pesanan jenis rujak dan tingkat
kepedasan dari bumbu rujak itu. Di dalam mengolah rujak ini, digunakan
cobek yang berukuran relatif sangat besar. Jadi bumbu yang diolah bisa
disajikan untuk beberapa porsi sekaligus. Satu hal yang menarik adalah
selalu ada bumbu yang tersisa di dalam cobek besar ini. Kalau ada yang
memesan menu rujak pedas, tinggal ditambahkan cabe lagi.

Daya tarik warung rujak Mbok Tar tentu karena cita rasa makanan
tradisional yang terbuat dari sayur mayur dan guyuran saus kacang ini
tak pernah berubah. “Kalau untuk rasa tidak pernah berubah. Khusus
untuk racikan bumbu saya tangani sendiri, agar rasanya tetap tak
berubah,” katanya (ruhito).

 

 

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.