Sinar Pesona Dinilai Tim Lomba Apresiasi Pokdarwis

Tim penilai melihat homestay dan kerajinan rambut di desa wisata Karangbanjar, Kecamatan Bojongsari, Purbalingga, Jum’at (6/6) siang.
Tim penilai melihat homestay dan kerajinan rambut di desa wisata Karangbanjar, Kecamatan Bojongsari, Purbalingga, Jum’at (6/6) siang.

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com) – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) ‘Sinar Pesona’, Desa Karangbanjar, Kecamatan Bojongsari, Purbalingga, Jum’at (6/6) dievaluasi oleh Tim Penilai Lomba Apresiasi Pokdarwis tingkat Provinsi Jateng. Pokdarwis Sinar Pesona menjadi salah satu nominator dari 11 Pokdarwis terbaik di Jateng ada tahun 2014.

Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora) Purbalingga, Ir Prayitno, M.Si mengatakan, penilaian lomba apresiasi Pokdarwis ini berbeda dengan jenis lomba lainnya. Tim penilai yang terdiri dari praktisi pariwisata, akademisi serta Tim dari Dinas Kebudayaan & Pariwisata Provinsi Jateng, sengaja tidak memberitahukan tanggal pasti melakukan evaluasi. Tim penilai memberitahu sekitar dua jam sebelum melakukan kunjungan lapangan.

“Meski Tim datang mendadak, namun Pokdarwis Sinar Pesona selalu siap menerima penilaian kapan saja. Ibaratnya, pengurus Pokdarwis Sinar Pesona layaknya siap menerima tamu wisatawan yang datang kapan saja, pagi, siang ataupun malam hari,” kata Prayitno disela-sela penilaian.

Menurut Prayitno, penilaian Pokdarwis sengaja diberitahukan mendadak, hal ini untuk menghindari rekayasa dari Pokdarwis yang dinilai. Pengalaman penilaian lomba-lomba selama ini, seolah desa atau kelompok yang dinilai direkayasa semua dan seolah-olah semua sempurna. “Namun, tim penilai Pokdarwis ini ingin berbeda cara penilaiannya. Mereka ingin memotret apa adanya, tanpa rekayasa,” kata Prayitno.

Prayitno menambahkan, Pokdarwis Sinar Pesona terus dibina khususnya dalam hal sumberdaya manusianya. Sejumlah pelatihan seperti pelatihan pemandu wisata, manajemen pengelolaan homestay dan kampanye sadar wisata terus dilakukan. “Intinya, Pokdarwis harus bisa menerima tamu wisatawan dengan baik dan dengan menerapkan sapta pesona wisata, sehingga wisatawan akan betah tinggal di desa,” tambah Prayitno.

Sementara itu, anggota tim penilai Supomo mengatakan, Pokdarwis Sinar Pesona pernah masuk nominasi pada tahun 2011, namun belum mampu memperoleh juara I pada lomba apreasiasi tahun itu. “Kami melihat perkembangan khususnya dari kualitas sumberdaya manusia, semakin baik. Kami minta pihak pengurus Pokdarwis Sinar pesona untuk terus berbenah. Jika pelayanan semakin baik, wisatawan akan semakin nyaman dan betah tinggal di desa, dan secara tidak langsung pendapatan masyarakat desa akan meningkat,” kata Supomo.

Kepala Desa Karangbanjar Achmad Sobari mengatakan,Pokdarwis Sinar Pesona kini menjadi salah satu unit usaha dibawah Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Pokdarwis juga memberikan sumbangan pendapatan ke pihak Bumdes selain untuk para pengelola dan anggota pokdarwis. “Tahun ini, Pokdarwis menempat salah satu ruang kios yang dibangun oleh Bumdes. Tahun ini juga kami akan membuat outbond khusus untuk anak-anak, lokasinya disebelah gedung pertemuan Pokdarwis,” kata Sobari.

Ketua Pokdarwis Sinar Pesona, Maryoto mengatakan, saat ini homestay di Karangbanjar sebanyak 47 buah. Disekitar Desa Karangbanjar terdapat obyek wisata seperti Owabong, Sanggaluri Park, Munjuluhur Adventure zone, bumi perkemahan dan Purbasari Pancuranmas. “Untuk menginap, wisatawan cukup membayar Rp 75 ribu sehari semalam dan sudah termasuk makan. Selama menginap, pengunjung bisa melihat proses produksi home industry rambut. Selanjutnya bias berwisata ke sekitar obyek andalan Purbalingga yang tidak jauh dari desa Karangbanjar,” ujar Maryoto.

Dalam penilaian tersebut, tim meneliti administrasi Pokdarwis, dokumentasi kegiatan, melakukan cek lapangan ke sejumlah homestay dan home industry rambut yang menjadi salah satu daya tarik utama desa wisata Karangbanjar. (BNC)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.