Kejar Harga Tinggi, Petani Ketela Panen Awal

KETELA : Tiga orang warga Kecamatan Purwonegoro sedang mengupas ketela usai dipanen. Saat musim panen ketela, banyak kaum perempuan yang menjadi buruh kupas ketela (foto : BNC/Ruhito)
KETELA : Tiga orang warga Kecamatan
Purwonegoro sedang mengupas ketela usai dipanen. Saat musim panen
ketela, banyak kaum perempuan yang menjadi buruh kupas ketela (foto :
BNC/Ruhito)

BANJARNEGARA (Banyumas.News.Com) -|Meski belum saat-nya panen,sebagian petani singkong di Banjarnegara Selatan mulai melakukanpanen. Usia tanaman singkong rata-rata tujuh bulan, sedangkan usia panen pada umumnya sembilan hingga sepuluh bulan. Hal itu dilakukandengan tujuan untuk ‘mengejar’ harga tinggi.

Sebagian petani yang melakukan panen secara awai di antaranya warga
Desa Pucungbedug, Kaliajir, Karanganyar, Parakan, Petir (Kecamatan
Purwanegara), Kutayasa, Kebondalem, Wiramastra dan Kebondalem
(Bawang).

Sejumlah petani di Desa Pucungbedug dan Kaliajir mengatakan, harga
jual singkong kini Rp 1.000 per kilogram dari semula hanya Rp 800.
Pembelinya tengkulak yang selama ini melayani kebutuhan bahan baku
singkong untuk pabrik tapioka di Kebondalem Kecamatan Bawang.

Minarto, salah satu petani di Parakan (Rabu 22/5) mengatakan, dengan
umur tanaman tujuh bulan, sebenarnya bobot singkong belum maksimal.
”Saya khawatir pada saat panen raya nanti harga jatuh. Maka singkong
saya jual sekarang,” katanya.

Petani lain, Sadari, warga Kaliajir mengatakan, tengkulak mulai masuk
ke ladang singkong sejak awai Mei ini dan merayu petani agar
membongkar singkong. ”Mereka menawarkan harga tinggi, Rp 1000/kg,”
katanya.

Panen raya singkong diperkirakan Juli-Agusus mendatang. Luasan ladang
singkong di Kabupaten Banjarnegara mencapai puluhan ribu hektare

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.