Tolak PNPM, Kades Purbasari Rugikan Warganya

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com)  РSikap kepala desa Purbasari kecamatan Karangjmabu Purbalingga, Suwito yang mencabut usulan kegiatan PNPM Mandiri Pedesaan (MPd) dan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI) dinilai justru merugikan warganya sendiri. Sikap menolak kegiatan PNPM MPd di desanya itu menutup kesempatan warga mengakses dana bantuan langsung masyarakat (BLM) dan MP3KI untuk membangun infrastruktur desa, dan dana simpan pinjam perempuan (SPP) serta pelatihan ketrampilan bagi masyarakat miskin.

Pencabutan usulan itu melalui surat kepada Ketua Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) PNPM PMd kecamatan Karangjambu. Dalam suratnya Suwito menyebutkan, PNPM MPd dan MP3KI di kecamatan Karangjambu tidak lagi selaras dengan semangat pemerintah menjadikan masyarakat berdaya guna. Program itu justru menjadi ajang perebutan penyerapan dana dengan berbagai konspirasi.

Suwito juga menuding PNPM MPd di kecamatan Karangjambu seperti program liar, lepas dari pengelolaan, perencanaan maupun pengawasan. Hasilnya tidak memenuhi standar kelayakan, khususnya di bidang infrastruktur.

“PNPM dan MP3KI juga mengarah pada pemaksaan kegiatan di desa tanpa mengedepankan azas kemanfaatan. Saya selaku kades Purbasari menentukan sikap keluar dari program PNPM karena tidak mau desa saya dijadikan korban konspirasi penyerapan anggaran,” ujar Suwito dalam suratnya tersebut.

Menanggapi surat tersebut, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Bapermasdes) Purbalingga, Imam Wahyudi SH MSi, Rabu (21/5) menegaskan, pencabutan usulan kegiatan PNPM bukan wewenang kades. Imam juga telah memerintahkan camat Karangjambu dan pelaku PNPM MPd tingkat kecamatan untuk mensikapi pencabutan usulan tersebut.

“Berdasarkan informasi dari pelaku PNPM MPd Karangjambu, sikap pak kades itu dilatari usulan pembangunan pasar desa Purbasari yang dinyatakan tidak layak oleh tim verifikasi. Itu memicu munculnya surat pencabutan sepihak oleh kades Purbasari,” tutur Imam Wahyudi. (BNC)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.