Belum Lulus, 14 Siswa SMKN 1 Kejobong Sudah Diterima Kerja

Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto (berdiri nomer dua dari kiri) saat menghadiri perpisahan di SMKN 1 Kejobong, Rabu (14/5).
Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto (berdiri nomer dua dari kiri) saat menghadiri perpisahan di SMKN 1 Kejobong, Rabu (14/5).

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com) – Meskipun pengumuman kelulusan jenjang SMA/SMK baru akan dilakukan Selasa (20/5), namun sebanyak 14 siswa SMK Negeri 1 Kejobong dari jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) dan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) sudah diterima bekerja di berbagai perusahaan besar di bidang otomotif dan komputer di Bekasi dan Tangerang, Jawa-Barat. Hal ini membuktikan bahwa lulusan SMKN 1 Kejobong mampu berkompetisi di dunia kerja, dan dari tahun ke tahun lulusan sekolah ini yang diserap lapangan kerja semakin meningkat.
“Tahun ini, ada 69 siswa Klas XII SMK Negeri 1 Kejobong, dimana 14 diantaranya sudah diterima di berbagai perusahaan besar di Bekasi dan Tangerang. Kami optimis, ke 69 siswa klas XII yang merupakan lulusan angkatan ke tiga ini, akan lulus semua. Dan bagi siswa yang belum mendapatkan pekerjaan, kami akan berusaha membantu semaksimal mungkin untuk menyalurkannya dengan menjalin jaringan ke berbagai industri maupun lembaga,” ujar Kepala SMK Negeri 1 Kejobong, Sutarman S.Pd pada acara pelepasan peserta didik SMKN 1 Kejobong di Gedung KPN Luhur Kejobong, Purbalingga, Rabu (14/5).

Hadir dalam kesempatan itu, Bupati Purbalingga Sukento Ridho Marhaendrianto, Kepala Dinas Pendidikan Tri Gunawan, jajaran dewan guru dan karyawan SMKN 1 Kejobong, seluruh siswa dan orang tua Klas XII SMKN 1 Kejobong.

Saat ini, SMKN 1 Kejobong yang berdiri pada tahun 2009 memiliki dua jurusan yakni TKJ dan TKR, dan pada tahun ajaran baru 2014/2015 mendatang akan bertambah membuka jurusan baru, Akuntansi.Dan untuk menunjang keterampilan para siswa, khususnya dari jurusan Otomotif, pihak SMKN 1 Kejobong membuka ekstra kurikuler mengemudi.

Belakangan, lanjut Sutarman, minat lulusan SMP maupun MTs yang melanjutkan ke SMKN 1 Kejobong semakin meningkat. Mereka tidak hanya datang dari sekitar Kejobong, namun juga dari daerah perbatasan Banjarnegara sebelah barat. “Kami bertekad akan memajukan SMKN 1 Kejobong, agar lebih bermanfaat bagi masyarakat. Kami juga terus berusaha membangun jaringan kerjasama dengan dunia industri sebagai lahan praktek kerja industri (Prakerin), maupun industri-industri besar yang siap menerima lulusan SMKN 1 Kejobong,” ujar Sutarman.

Bupati Purbalingga Sukento Ridho Marhaendrianto dalam sambutannya menjanjikan akan segera mencarikan lokasi untuk SMKN 1 Kejobong. Pasalnya, saat ini SMKN 1 Kejobong masih berada satu kompleks dengan SMPN 2 Kejobong.

“Kami akan berusaha secepatnya untuk mencarikan lokasi bagi SMKN 1 Kejobong. Kami sudah koordinasikan dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Camat Kejobong, agar permasalahan tanah yang akan dijadikan lokasi, yakni antara Desa Pangempon dan Kejobong, bisa segera teratasi,” ujar Sukento.

Bupati Sukento juga menegaskan,kesuksesan seseorang tidak bisa diukur dari mana asal sekolahnya. Yang menjadi tolak ukur adalah kesungguhan dalam belajar,serta punya keinginan untuk maju dan pantang menyerah.
“Saya berharap, lulusan SMK, khususnya SMKN 1 Kejobong jangan hanya menjadi teknisi atau yang berhubungan dengan dunia teknis saja, namun harus bisa menjadi pengusaha, juragan, maupun PNS,” harap Sukento. (BNC)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.