Konsumsi Ikan Purbalingga Tertinggi di Barlingmascakeb

Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah Siti Atiqoh Supriyati Ganjar Pranowo saat menyampaikan sambutan pada acara Fasilitasi Peningkatan Kemampuan Warung Sekolah dan Pengukuhan Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kecamatan dan Kelurahan, di Bale Apoeng, Selasa (13/5).
Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah Siti Atiqoh Supriyati Ganjar Pranowo saat menyampaikan sambutan pada acara Fasilitasi Peningkatan Kemampuan Warung Sekolah dan Pengukuhan Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kecamatan dan Kelurahan, di Bale Apoeng, Selasa (13/5).

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com) – Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah Atiqoh Ganjar Pranowo mengapresiasi Kabupaten Purbalingga karena memiliki tingkat konsumsi ikan tertinggi di Barlingmascakeb. Menurut Atiqoh, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jateng mencatat tingkat konsumsi ikan di Kabupaten Purbalingga terus mengalami kenaikan signifikan sejak tahun 2009.

“Konsumsi ikan di Purbalingga tahun 2008 tercatat sebanyak 16,46 kg per kapita. Tahun 2009 naik menjadi 17,15 kg per kapita, 2010 sebanyak 17,60 kg per kapita, 2011 naik lagi menjadi 19,90 kg per kapita dan tahun 2012 sudah mencapai 20,90 kg per kapita. Luar biasa!” pujinya saat memberikan sambutannya pada acara Fasilitasi Peningkatan Kemampuan Warung Sekolah dan Pengukuhan Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kecamatan dan Kelurahan, di Bale Apoeng, Selasa (13/5).

Atiqoh menambahkan tingkat konsumsi ikan di Purbalingga melampaui Jawa Tengah. Karena di tahun 2012, konsumsi ikan di Jawa Tengah hanya 17,5 kg per kapita. Ini termasuk jauh di bawah rata-rata nasional yang mencapai 35,14 kg per kapita di tahun 2013.

Tingkat konsumsi ikan Jawa Tengah termasuk terendah kedua setelah DIY. Atiqoh menganalisa rendahnya tingkat konsumsi ikan di Jawa Tengah disebabkan banyak faktor. Salah satunya terkait budaya atau mitos-mitos yang masih dipercaya masyarakat.

“Saya masih ingat saat saya menyusui. Banyak orang-orang tua melarang saya makan ikan, dnegan alas an takut ASI-nya nanti amis, bayi menjadi gatal-gatal dan sebagainya. Padahal nilai gizi ikan sangat penting bagi kita semua terlebih pada anak-anak,” ujarnya prihatin.

Atiqoh memuji Purbalingga yang perikanan daratnya termasuk maju dan cara memperolehnyapun lebih mudah karena dipusatkan di Dinas Perikanan dan Peternakan. Saat masih berdomisili di Purbalingga, Atiqoh termasuk yang rutin setiap Rabu membeli ikan di Dinas Perikanan dan Peternakan. Menurutnya membeli ikan segar jauh lebih baik dibandingkan ikan yang telah diawetkan dengan cara dibekukan atau diasinkan.
Kampanye Konsumsi Ikan

Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan yang juga Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Purbalingga, Sediyono mengatakan pengukuhan Forikan yang dihadiri Ketua TP PKK Jateng ini bertujuan memaksimalkan kampanye makan ikan di kalangan masyarakat Purbalingga. Kegiatan terdiri dari dua acara, pertama pengukuhan Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kecamatan / Kelurahan di Kabupaten Purbalingga. Kedua, dilanjutkan dengan Fasilitasi Peningkatan Kemampuan Warung Sekolah yang berbasis pelatihan.

Tim Forikan bertugas untuk melakukan sosialisasi tentang pentingnya makan ikan. Mereka akan melakukan berbagai program untuk mendukung keberhasilan sesuai cakupan wilayahnya. Tim Forikan ini tak lain adalah para kader TP PKK aktif baik di tingkat Kabupaten dan yang dikukuhkan saat ini yaitu tingkat kecamatan dan kelurahan/desa.

“Kegiatan pelatihan dilakukan selama dua hari full. Materi banyak ragamnya, mulai dari nutrisi atau gizi yang dibutuhkan, hingga belajar bagaimana mengolah ikan sehingga digemari anak-anak sebagai jajanan yang disediakan di warung sekolah,” jelasnya.

Materi pelatihan untuk 100 peserta ini disampaikan oleh beberapa nara sumber antara lain dari TP PKK Provinsi Jawa Tengah, BPOM Semarang, Universitas Semarang (USM), Lodellian Cooking School Semarang dan Akademi Kesejahteraan Sosial (AKS) Ibu Kartini. 100 peserta ini terdiri dari Tim Forikan Kecamatan dan Desa/kelurahan, Komite Sekolah dan Pengelola Warung Sekolah, SKPD terkait, TP PKK Kabupaten Purbalingga, Tim Forikan Kabupaten Purbalingga dan Staf Dinnakan.

“Karena kegiatan ini sebenarnya program dari Jawa Tengah, jadi anggarn bersumbver dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah,” imbuhnya. Tahun ini Purbalingga menjadi satu dari 10 kabupaten yang dipilih melaksanakan kegiatan ini. (BNC)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.