Pari Jatha, ‘Viagranya’ Orang Kalibening

PARI JATHA : Buah Pari Jatha yang sudah masak dan siap dikonsumsi (foto : BNC/ruhito)
PARI JATHA : Buah Pari Jatha yang sudah masak
dan siap dikonsumsi (foto : BNC/ruhito)

BANJARNEGARA (BayumasNews.Com) – Tanaman Pari Jatha mungkin belum banyak diketahui oleh masyarakat luas. Hanya saja, buah dari tanaman yang hanya tumbuh di Kecamatan Kalibening, Banjarnegara ini sudah sangat dikenal bagi masyarakat Banjarnegara di bagian utara.

Pasalnya, buah Pari Jatha yang bentuk kecil berwarna merah darah dan berasa asam sangat dipercaya oleh masyarakat di wilayah Kecamatan Kalibening, Pandanarum dan Wanayasa dapat meningkatkan kejantanan kaum pria. Cara mengkonsumsi buah dari tanaman jenis perdu ini biasanya digunakan dicampurkan masakan.

”Pari jatha dapat dimasak untuk campuran sayur daun ketela. Namun,
untuk campuran sayur daun ketela hanya dipakai oleh beberapa wilayah di Kecamatan Pandanarum saja. Iika dimasak bareng daun ketela akan menambah kekuatan pria dan tidak cepat loyo” ungkap Yono (41), warga Desa dan Kecamatan Pandanarum, Minggu (4/5).

Selain menambah vitalitas pria, bagi masyarakat Kecamatan Kalibening merupakan syarat wajib ketika prosesi ‘mitoni’ (usia bayi tujuh bulan dalam kandungan). Buah Pari Jatha biasanya digunakan untuk bahan pelengkap rujak buah ketika si ibu sedang nyidam. Disamping mitos dapat menumbuhkan aura kecantikan, serta dapat menjadi obat sariawan.

”Menurut riwayat yang dipercaya masyarakat Kalibening, siapapun yang sedang hamil jika mengkonsumsi buah ini dapat menguatkan aura kecantikan bagi sang ibu dan membuat kulit maupun aura si jabang bayi nampak mempesona setelah lahir nanti,” kata  Sutarko, pemilik kebun Pari Jatha, Desa Kalibening (ruhito).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.