Gunung Slamet Siaga

Erupsi Gunung SlametPURBALINGGA (BanyumasNews.Com) – Gunungapi Slamet (G.Slamet) adalah gunungapi strato berbentuk kerucut, dengan tinggi puncaknya 3432 m dpl. Lokasi G. Slamet secara administratif masuk ke dalam 5 wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Pemalang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis terletak pada posisi 7o 14’ 30” Lintang Selatan dan 109o 12’ 30” Bujur Timur. Pada tanggal 10 Maret 2014 status kegiatan G. Slamet dinaikan dari Normal (level I) menjadi Waspada (level II). Pemantauan secara secara kontinyu telah dilakukan dengan menggunakan metoda visual, seismik, deformasi, dan geokimia.

II. PENGAMATAN

2.1. VISUAL

  • Tanggal 29 Maret04 April 2014, cuaca terang – mendung, angin tenang, G. Slamet tampak jelas – tertutup kabut. Hembusan asap kawah umumnya putih tebal dengan tinggi 50 – 300 m. Teramati letusan abu berwarna kelabu tebal dengan tinggi 200 – 2000 m dari puncak condong ke arah Barat.
  • Tanggal 0511 April 2014, cuaca terang – mendung, angin tenang. G. Slamet tampak jelas – tertutup kabut. Hembusan asap kawah umumnya putih tipis – tebal dengan tinggi 100 – 600 m. Teramati letusan abu berwarna kelabu tebal dengan tinggi 300 – 1000 m dari puncak condong ke arah Timur.
  • Tanggal 12 – 18 April 2014, cuaca terang – mendung, angin tenang. G. Slamet tampak jelas – tertutup kabut. Hembusan asap kawah tampak putih  tipis – tebal dengan tinggi 100 – 800 m. Teramati letusan abu berwarna kelabu tebal dengan tinggi 150 – 1700 m dari puncak condong ke arah Barat dan Timur.
  • Tanggal 1925 April 2014, cuaca terang – mendung, angin tenang. G. Slamet tampak jelas – tertutup kabut. Hembusan asap kawah tampak putih  tipis – tebal dengan tinggi 100 – 800 m. Teramati letusan abu berwarna kelabu tebal – kecoklatan dengan tinggi 200 – 1700 m dari puncak condong ke arah Barat dan material lontaran mencapai lereng yang berjarak < 300 m dari pusat letusan. Teramati sinar api pada tanggal 19 – 25 April 2014 sebanyak 147 kali dengan tinggi 100 – 150 Meter. Terdengar suara gemuruh pada tanggal 19 – 25 April 2014 sebanyak 71 kali.
  • Tanggal 26 – 30 April 2014 (hingga pukul 06:00 WIB), cuaca terang – mendung, angin tenang. G. Slamet tampak jelas – tertutup kabut. Hembusan asap kawah tampak putih  tipis – tebal dengan tinggi 100 – 800 m. Teramati letusan abu berwarna kelabu tebal – kecoklatan dengan tinggi 200 – 1700 m dari puncak condong ke arah Barat dan material lontaran mencapai lereng yang berjarak 1500 m arah barat dari pusat letusan. Teramati sinar api pada tanggal 26 – 29 April 2014 sebanyak 320 kali dengan tinggi 100 – 700 Meter. Terdengar suara gemuruh pada tanggal 26 – 30 April 2014 sebanyak 48 kali. Sejak tanggal 27 – 29 april 2014 terdengar suara dentuman lemah – kuat sebanyak 115 kali dan beberapa diantaranya menyebabkan kaca pos pengamatan G. Slamet bergetar.

2.2. KEGEMPAAN

  • Tanggal 29 Maret  – 04 April 2014, terekam 374 kali Gempa Letusan,2033 kali Gempa Hembusan, 1 (satu) kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 1 kali Gempa Tektonik Jauh dan 2 kali Gempa Tremor Harmonik.
    • · Tanggal 5 – 11 April 2014,terekam 382 kali Gempa Letusan, 2470 kali Gempa Hembusan, 3kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 1 (satu) kali Gempa Tektonik Lokal dan 6 kali Tremor Harmonik. Pada tanggal 08 April 2014 pukul 09:48 – 18:00 WIBterekam Tremor Harmonik menerus dengan  amplituda 0.5 – 25 mm (dominan 5 – 10 mm).
    • Tanggal 12 – 18 April 2014, terekam 472 kali Gempa Letusan, 2695 kali Gempa Hembusan, 1 (satu) kali Gempa Vulkanik Dalam ( VA ), 1 (satu) kali Gempa Tektonik Lokal, 2 kali Gempa Tektonik Jauh dan 10 kali Tremor Harmonik.
    • Tanggal 19 – 25 April 2014, terekam 704 kali Gempa Letusan, 2067 kali Gempa Hembusan, dua kali Gempa Vulkanik Dalam (VA),1 (satu) kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 1 (satu) kali Gempa Tektonik Lokal, 2 kali Gempa Tektonik Jauh dan 9 kali Tremor Harmonik.
    • Tanggal 26 – 30 April 2014 (hingga pukul 06:00 WIB), terekam 621 kali Gempa Letusan, 1438 kali Gempa Hembusan, 5 kali Gempa Tektonik Jauh dan 6 kali Tremor Harmonik.

Selama periode 29 Maret – 29 April 2014 gempa vulkanik yang terekam (Lampiran 1) adalah Gempa Letusan, Gempa Hembusan, Gempa Vulkanik Dalam (VA), Gempa Vulkanik Dangkal (VB), Gempa Tektonik Lokal, Gempa Tektonik Jauh dan Tremor Harmonik.

Dalam periode 29 Maret – 29 April jumlah harian kejadian Gempa Letusan dan Gempa Hembusan cenderung naik. Tekanan asap letusan (tinggi kolom asap) cenderung tetap namun intensitas letusannya meningkat. Dalam periode ini terekam 2510 kali Gempa Letusan (atau sekitar 78 kejadian/hari) dan 10691 kali Gempa Hembusan (atau sekitar 334 kejadian/hari).

Tremor Harmonik mulai terekam kembali sejak tanggal 29 Maret – 28 April 2014 namun tidak menerus. Tanggal 8 April 2014 pukul 09:48 – 18:00 WIBterekam Tremor Harmonik menerus dengan  amplituda 0.5 – 25 mm (dominan 5 – 10 mm). Sejak tanggal 23 April 2014 – 25 April 2014 tidak lagi terekam Tremor Harmonik. Tanggal 27  terekam Tremor Harmonik pada Pukul 16:38:48 WIB (lama tremor 397 detik) dan tanggal 29 April terekam 6 kali Tremor Harmonik dengan amplituda 3 – 12 mm ( dominan 6 – 10 mm )

Jumlah harian kejadian Gempa Vulkanik Dalam (VA) menurun sejak 29 Maret 2014 dan selama 32 hari ( 29 Maret – 29 April 2014) hanya terekam 7 kali kejadian.

RSAM (Real-time Seismic Amplitude Measurement) pada Lampiran 2 menunjukkan energi getaran gempa-gempa pada periode 01 Februari – 30 April 2014. Nilai RSAM meningkat sejak pertengahan April 2014, yaitu bersamaan dengan peningkatan gempa-gempa hembusan, letusan dan tremor. 

2.3. GEOKIMIA

Pemantauan geokimia dimaksudkan untuk mengukur suhu dan kandungan gas di mata air sekitar G. Slamet. Hasil pengukuran adalah sebagai berikut :

  • Tanggal 7 April 2014 suhu mata air Pandansari terukur 40oC, suhu mata air Pengasihan terukur 40.5oC, dan suhu mata air Sicaya terukur 59oC.
  • Tanggal 11 April 2014 suhu mata air Pandansari terukur 40.3oC, suhu mata air Pengasihan terukur 50.9oC, suhu mata air Sicaya terukur 59.1oC.
  • Tanggal 13 April 2014 suhu mata air Pancuran 7 terukur 50.6oC, dan suhu mata air Pancuran 3 terukur 46.6oC.
  • Tanggal 16 April 2014 suhu mata air Pandansari terukur 40.2oC, suhu mata air Pengasihan terukur 50.3 oC, dan suhu mata air Sicaya terukur 59.2oC.
  • Tanggal 20 April 2014 suhu mata air Pandansari terukur 40.3oC, suhu mata air Pengasihan terukur 50.2oC, suhu mata air Sicaya terukur 59.1oC.
  • Tanggal 26 April 2014 suhu mata air Pandansari terukur 39.9oC, suhu mata air Pengasihan terukur 51oC, suhu mata air Sicaya terukur 58.6oC.
  • Tanggal 28 April 2014 suhu mata air Pandansari terukur 40.1oC, suhu mata air Pengasihan terukur 50.2oC, suhu mata air Sicaya terukur 58.8oC.

Suhu mata air panas yang diukur secara kontinyu sejak Januari 2014 hingga 28 April 2014 di Daerah Guci (Kaki Gunung Slamet sebelah barat laut) (Lampiran 3) terukur  antara 39.9oC – 40.3oC, untuk lokasi Pandansari, 50.2oC – 50.9oC, untuk lokasi Pengasihan, dan 58.6 oC – 59.2 oC untuk lokasi Sicaya.

Hasil pengukuran suhu di ketiga lokasi tersebut menunjukkan nilai yang berfluktuatif dan tidak terjadi perubahan yang signifikan.

2.4. DEFORMASI

Pengukuran deformasi G. Slamet dilakukan dengan peralatan tiltmeter dan EDM (Electronic Distance Measurement). Stasiun tiltmeter berada di Bukit Cilik dan Blambangan, sedangkan titik pemantauan EDM berada di Bukit Cilik dan Bukit Buncis.

 2.4.1 Tiltmeter

Lokasi pengamatan deformasi dengan tiltmeter dilakukan di dua lokasi, yaitu : stasiun Bukit Cilik (5,5 km ke arah utara dari puncak G. Slamet) dan Blambangan (4,5 km kearah timur puncak G. Slamet).

 2.4.1.1 Stasiun Bukit Cilik 

Hasil pengamatan deformasi dengan tiltmeter kontinyu di stasiun Bukit Cilik belum bias dilakukan hanya dilakukan dikarenakan sejak 15 April 2014 sistem transmisi radio masih mengalami gangguan.

2.4.1.2 Stasiun Blambangan

 Hasil pengamatan deformasi dengan tiltmeter kontinyu di stasiun Blambangan hingga 31 hari terakhir dari sejak pemasangan (26 Maret 2014), komponen sumbu X (tangensial) memperlihatkan pola deflasi (variasi lk.10 mikroradian), sedangkan komponen sumbu Y (radial) masih memperlihatkan pola fluktuasi (< 15 mikroradian). Suhu tilt dari tanggal 29 Maret – 30 April 2014 naik 10C (Lampiran 4).

2.4.2 EDM

Pengamatan deformasi dengan EDM (Electronic Distance Measurement)  dilakukan dari Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Slamet  (lk 10 km ke arah utara puncak) terhadap dua reflektor, yaitu Buncis (6 km ke arah baratlaut dari puncak G. Slamet) dan Cilik (5,5 km ke arah utara puncak G. Slamet).

Hasil pengukuran EDM sejak 19 hari terakhir, yaitu Pos ke Cilik dan Pos ke Buncis, menunjukkan pemendekan jarak miring (deformasi inflasi) relatif lebih signifikan yang mengindikasikan adanya peningkatan tekanan akibat pergerakan magma (Lampiran 5).

III. POTENSI BAHAYA

  • Erupsi masih berpotensi terjadi, dalam radius 4 km dari pusat erupsi, menghasilkan material berukuran abu sampai lapili (berukuran 1-4 cm), lontaran batu pijar, dan hujan abu lebat. Sedangkan material erupsi abu vulkanik dapat mencapai jarak10 km atau lebih (bergantung angin) dari pusat erupsi.
  • Erupsi yang menghasilkan aliran lava dan awanpanas berpotensi terjadi di dalam radius 4 km.
  • Potensi terjadinya  lahar dapat berasal  dari  endapan  abu/material erupsi  dan curah  hujan  tinggi.  Lahar  berpotensi  terjadi  di  lembah-lembah  sungai yang  berhulu  di  G. Slamet. 

IV. KESIMPULAN

  • Aktivitas kegempaan vulkanik G. Slamet menunjukkan peningkatan dan didominasi oleh Gempa Letusan, Gempa Hembusan dan Tremor.
  • Energi kegempaan (RSAM) menunjukkan peningkatan.
  • Data deformasi EDM, dari pos ke stasiun Cilik dan Buncis, menunjukkan inflasi.
  • Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental serta potensi ancaman bahaya G. Slamet maka status kegiatan G. Slamet ditingkatkan dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III) pada tanggal 30 April 2014 pukul 10:00 WIB.
  • Sehubungan peningkatan status tersebut, maka Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan meningktakan pemantauan secara intensif guna melakukan evaluasi kegiatan G. Slamet dan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah setempat
  • Status kegiatan G. Slamet akan dinaikkan/diturunkan jika terjadi peningkatan/penurunan aktivitas vulkanik.

V. REKOMENDASI

Sehubungan dengan G. Slamet dalam status SIAGA, maka kami rekomendasikan:

  1. Masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah yang ada di puncak G. Slamet dalam radius 4 km dari kawah aktif.
  2. Masyarakat di sekitar G. Slamet diharap tenang tidak terpancing isyu-isyu tentang erupsi G. Slamet, dan harap selalu mengikuti arahan dari BPBD setempat.
  3. Masyarakat yang berada dalam Kawasan Rawan Bencana II (KRB II) untuk selalu waspada dan memperhatikan perkembangan G. Slamet yang dikeluarkan oleh BPBD setempat.
  4. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (BPBD Provinsi), BPBD Kabupaten Pemalang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Purbalingga tentang aktivitas G. Slamet.
  5. Agar BPBD Kabupaten Pemalang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Purbalingga senantiasa berkoordinasi dengan Pos PGA Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.
  6. Badan Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BNPB, BPBD Provinsi, BPBD Kabupaten Pemalang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal,
  7.  dan Kabupaten Purbalingga dalam memberikan informasi tentang kegiatan G. Slamet.

(Sumber Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi bencana, kementerian ESDM).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.