Tidak Kuorum, Dua Rapreda Gagal Ditetapkan

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com) – Separuh lebih anggota DPRD Purbalingga mangkir tak datang dalam rapat paripurna penetapan perda, Rabu (29/4). Akibatnya dua raperda gagal ditetapkan menjadi perda.

Kedua raperda tersebut yaitu raperda tentang Penanggulangan Bencana Alam Daerah dan raperda Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Rapat paripurna sedianya akan dimulai jam 09.00. Namun Ketua DPRD Purbalingga, Tasdi baru memulai sidang pukul 11.00. Karena yang hadir baru 26 anggota dewan, rapat akhirnya diskors satu jam.

Hingga satu jam kemudian, baru bertambah dua orang yang datang. Dari 44 anggota dewan, hanya hadir 28 orang. Bahkan sebelum skorsing habis beberapa anggota dewan nampak ada yang meninggalkan gedung DPRD. Dari bukti absensi ada 28 anggota dewan yang tanda tangan, namun secara fisik hanya 25 orang saja. Akhirnya rapat paripurna tutup dan penetapan raperda dibatalkan.

Ketua DPRD Purbalingga, Tasdi mengatakan, penetapan dua raperda gagal karena tidak kuorum. Meskipun demikian, hal itu tidak terlalu menjadi soal karena Dewan masih memiliki waktu untuk menetapkan di kemudian hari.

“Paling tidak dua raperda itu akan ditetapkan Mei,” katanya kepada wartawan.

Menurutnya, dalam Prolegda, DPRD Purbalingga menargetkan menetapkan 103 perda selama masa bakti 2009-2014. Hingga kemarin Dewan telah menetapkan 97 perda. Jika dua raperda yang gagal ditetapkan itu selesai bulan depan, maka Dewan tinggal punya PR empat raperda. Dewan akan kembali menetapkan raperda Silpa Anggaran 2013 pada Juni dan raperda APBD Perubahan pada Juli.

“Dengan demikian, Dewan masih punya tanggungan dua raperda yaitu tentang Pasar Modern dan PKL. Tapi dua raperda itu akan kami rekomendasikan ke dewan masa bakti berikutnya karena memang memerlukan kajian lebih mendalam,” katanya. (BNC)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.