Warga Pucungbedug Konsumsi Hama Uti-uti

UTI-UTI  : Anak-anak di Desa Pucungbedug ikut terlibat pengendalian hama kumbang tanah yang tanaman ketela. Mereka memegang sebilah bambu yang diolesi cabai untuk menarik kumbang tanah agar mendekat (foto : BNC/ruhito).
UTI-UTI : Anak-anak di Desa
Pucungbedug ikut terlibat pengendalian hama kumbang tanah yang tanaman
ketela. Mereka memegang sebilah bambu yang diolesi cabai untuk menarik
kumbang tanah agar mendekat (foto : BNC/ruhito).

SEJUMLAH warga Desa Pucungbedug,Kecamatan Purwonegoro mengkonsumsi kumbang tanah yang selama ini menjadi hama tanaman ketela pohon. Mereka melakukan itu lantaran kesulitan mengendalikan hama kumbang tanah atau yang biasa di sebut ‘uti-uti’.

Pembasmian uti-uti dilakukan secera tradisional dengan menggunakan
sebilah bambu yang diolesi cabai untuk memancing binatang ini keluar.
Bambu ini ini kemudian dilatakan di sawah, dan uti-uti ini kemudian
menempel pada bambu. Uti-uti tersebut kemudian ditangkap.

”Setelah dicuci dengan air hangat, uti-uti ini dikasih bumbu terlebih
dulu sebelum digoreng. Padahal, jika mengkonsumsi dapat berefek pusing
kepala. Bagi yang jarang mengkonsumsi dapat menimbulkan pusing kepala.
Namun warga sini berani makan karena jengkel dengan hama ini,” jelas
Khadirin, salah seorang petani Pucungbedug.

Sudaryo tokoh masyarakat Pucungbedug mengatakan, dalam dua tahun
terakhir terjadi ledakan hama kumbang tanah yang menyebabkan petani
gagal panen singkong. Padahal, singkong merupakan komoditas utama
pertanian warganya. melihat lahan kondisi lahan yang tadah hujan,
singkong menjadi piliha warga kami. Dari sekitar 663 hektar sawah,
sebanyak 450 hektar ditanami singkong.

Menurut dia, ketika hama ini belum merajalela produksi ketela bisa
mencapai 30 hingga 40 ton per hektar. Namun setelah hama ini meledak,
tiap hektarnya hanya sekitar 20 ton. ”Bahkan, beberapa petani
mengalami gagal panen,” ungkap dia.

Kukuh, petugas pertanian lapangan (PPL) wilayah binaan Desa
Pucungbedug mengatakan, penyebab munculnya kumbang tanah disebabkan
pemakaian pupuk kandang yang belum matang. Pupuk kandang yang belum
siap pakai ini membawa larva kumbang tanah.

”Mestinya pupuk kandang didingin terlebih dulu sebelum dipakai. Jika
memang medesak dipakai, setidaknya dikasih bioaktivator pengurai dan
didiamkan selama satu minggu,” jelas dia (ruhito).

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.