Gubernur Jateng Damprat Petugas Jembatan Timbang dan Sopir

Gubernur Ganjar Pranowo marah marah di jembatan TimbangBATANG (BanyumasNews.Com)  – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menangkap basah praktik uang pelicin untuk meloloskan kelebihan muatan kendaraan, saat inspeksi mendadak (sidak) di UPT Jembatan Timbang Subah, Kabupaten Batang. Melihat praktik tak beres itu Ganjar mendamprat pengemudi kendaraan, kernet, dan petugas jembatan timbang.
Salah satu supir truk yang didapati memberikan uang pelicin mengakui dia biasa memberikan tips kepada petugas sebesar Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu. Duit itu langsung ditaruh di meja tanpa disertai struk pembayaran. Sontak Ganjar langsung marah-marah di tempat tersebut.
“Kalau seperti ini jalan hancur, pasti hancur. Kalau semua melebihi muatan, berapa pun pendapatan yang kita peroleh, katakan pendapatan setiap tahun Rp 50 miliar tapi dengan kerusakan mencapai Rp 300 miliar. Hal ini sebenarnya sudah saya peringatkan sejak dua minggu yang lalu, tapi malah praktik ini masih ada,” kata Ganjar, Senin (28/4/2014).

Ganjar menegaskan agar praktik semacam ini dihentikan. Jangan sampai pihaknya mendapati adanya pungutan liar (pungli) atau tips-tips yang diberikan kepada petugas, untuk meloloskan kelebihan muatan. Bagaimana pun aturan yang ada harus ditegakkan. Apalagi kelebihan tonase memberikan kontribusi besar terhadap kerusakan jalan.

Usai mengetahui secara langsung adanya praktik uang pelicin yang terjadi di Jembatan Timbang Subah kabupaten Batang, Ganjar Pranowo segera menginstruksikan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo) Provinsi Jawa Tengah Urip Sihabudin untuk segera melakukan perbaikan. Perbaikan tidak hanya dilakukan pada sistem dan teknis saja, tetapi juga kultur.

“Pak Urip pimpin perubahan di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika. Tidak hanya sistem, tidak hanya teknis, tetapi kultur. Saya tidak akan memperingatkan yang kedua, cukup sekali saja. Semua bereskan,” tegas Ganjar saat Rapat Koordinasi di Kantor Dinhubkominfo Provinsi Jawa Tengah, Senin (28/4/2014).

Ganjar ingin membalik persepsi publik, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan terus melayani dengan baik. Terjadinya pungutan liar di jembatan timbang merupakan penyimpangan yang tidak sejalan dengan tekad ‘Mboten Korupsi Mboten Ngapusi’.
“Saya sudah perintahkan, kenapa itu tidak jalan. Kenapa birokrasi tidak berubah,” sesalnya.

Ganjar menekankan penyimpangan semacam itu tidak terjadi lagi. Adanya pungutan liar justru membuat rakyat semakin sinis terhadap Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, karena rakyat pasti berfikir pungutan liar yang terjadi itu muaranya akan disetorkan kepada Gubernur. “Bereskan (persoalan) jembatan timbang. Semua membayar dendanya sesuai aturan dan ada kwitansinya. Kalau masih terjadi, fatal. Jadi cukup sekali ini saja. Sekali lagi ini semua untuk kemajuan Jawa Tengah,” pinta Ganjar.

Kepala Dinhubkominfo Provinsi Jawa Tengah Urip Sihabudin menyatakan pihaknya telah melaksanaan berbagai upaya untuk mengatasi terjadi pungutan liar di jembatan timbang. Di antaranya dengan membentuk tim pengawas, memperbarui sistem informasi, dan melakukan penindakan terhadap petugas di lapangan yang melakukan pelanggaran. Dirinya akan melaksanakan perintah dari Gubernur dan terus berupaya untuk melakukan perbaikan sistem agar tidak terjadi pungutan liar di jembatan timbang yang ada di Jawa Tengah. (BNC)

1 Comment

  1. bukan cuma dijateng terjadi yang namanya pungli hampir semua jembatang timbang di seluruh indonesia SEMUANYA sama tapi instansi yang terkait kayanya tutup mata sebelah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.