Banjarnegara Kembangkan Wisata Zona Dua

 

KAWAH : Pengunjung obyek wisata Kawah Candradimuka Dieng tengah menuruni tangga mendekati bibir kawah (foto ruhito).
KAWAH : Pengunjung obyek wisata Kawah Candradimuka Dieng
tengah menuruni tangga mendekati bibir kawah (foto ruhito).

BANJARNEGARA (BanyumasNews.Com) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Kabupaten Banjarnegara mulai kembangkan potensi wisata zona dua. Untuk
wisata yang masuk dalam zona dua yaitu, kawah Candradimuka, kawah
Sileri, Sumur Jalatunda dan telaga Dlingo yang terdapat diwilayah desa
Pekasiran kecamatan Batur.

Menurut Kepala Dinbudpar, Aziz Achmad, pembangunan wisata di
Banjarnegara selama ini terfokus di zona I, yaitu wilayah kompleks
candi Pandhawa desa Dieng Kulon kecamatan Batur. ”Dengan mulai ditata
beberapa potensi wisata yang selama ini sudah dikenal, setidaknya
wisatawan tidak hanya mengunjungi candi. Namun, beberapa wisata
geologi yang ada di dataran tinggi Dieng,” katanya, belum lama ini.

Sebagi bukti, akses jalan masuk menuju kawah candradimuka yang selama
ini sangat rusak, sudah diperbaiki dengan dana APBD kabupaten senilai
Rp 763 lebih. “Dana tersebut untuk peningkatan jalan sepanjang 1.150
meter dan lebar 3 meter. Walaupun masih kurang, namun, akan kami
benahi juga lokasi wisatanya sehingga menjadi nyaman dikunjungi,”
katanya.

Kepala Desa Pekasiran, M Fadulloh mengatkan, selain jalan masuk
kawasan wisata kawah, juga harus dibuatkan jalan yang menuju Telaga
Dlingo. “Jalan yang bagus hanya sampai kawah candradimuka. Sedangkan
menuju Dlingo masih rusak,” katanya.

Pihaknya juga berharap agar kondisi fasilitas yang ada di kawah
Candradimuka dapat dilakukan penataan. Sebab, dengan kondisi yang
seperti saat ini, dianggap masih kurang layak untuk menjadi obyek
wisata unggulan.

Selain fasilitas jalan yang sudah mulai ada perhatian, M Fadulloh juga
berharap agar pemkab dapat membuka jalur angkutan yang melewati desa
Pekasiran. “Selama ini, jalur angkutan hanya Dieng Banjarnegara yang
melewati jalur utama Batur sehingga tidak melintasi desa Pekasiran.
Jika dilewatkan, akan menjadi lebih dikenal banyak orang,” katanya

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.