Tinggi, Perceraian PNS di Banjarnegara

APEL : Wakil Bupati Banjarnegara Hadi Supeno memeriksa atribut PNS saat memimpin apel pagi (foto : BNC/ruhito).
APEL : Wakil Bupati Banjarnegara Hadi Supeno memeriksa
atribut PNS saat memimpin apel pagi (foto : BNC/ruhito).
BANJARNEGARA (BanyumasNews.Com) – Tingkat perceraian di lingkungan
Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Banjarnegara tergolong tinggi.
Hingga akhir Maret 2014, ada 15 orang PNS yang memilih jalan cerai.
Adapun penyebab perceraian didominasi oleh perselingkuhan.

”Kami betul-betul miris saat disodori data perceraian di kalangan PNS
di Banjarnegara yang jumlahnya terhitung cukup banyak dan senantiasa
setiap tahun ada. Pada tahun 2013 ada 21 PNS cerai, sedang untuk tahun
2014 sampai akhir Maret ini saja sudah ada 15 PNS cerai” ungkap Wakil
Bupati Banjarnegara, Hadi Supeno memimpin apel jajaran PNS di
lingkungan Disindagkop, Dinas Pertanian, dan KKP di komplek
perkantoran Semampir beberapa waktu lalu.

Karena itu, ia minta jajaran PNS agar jangan sampai memilih opsi
perceraian dalam hidupnya. Sebab dibelakang tindakan perceraian akan
menimbulkan persoalan, terutama masa depan anak-anaknya.
”Tambahkan kedua angka perceraian yang sudah saya sebutkan, lalu
hitung saja seandainya masing-masing punya anak 2, berarti ada 72 anak
yang terluka akibat perceraian orang tua. Apa ya mereka tidak berpikir
apa akibatnya bagi anak-anak?,” ungkap dia,

Menurut dia, salah satu penyebab anak bertindak agresif adalah broken
home. Ketika situasi rumah kacau dan tidak bisa diharapkan lagi
kedamaian di dalamnya, maka keluarga seperti ini hanya akan
menghasilkan anak-anak dengan agresifitas tinggi serta mental anak
yang lemah.

”Ketika berbicara penyebab kekerasan hingga pembunuhan yang dilakukan
oleh anak-anak itu justru melupakan sebab-sebab di hulu. Kekerasan
pada remaja hanya dilihat sempit sebagai masalah saling senggol,
kurang teman, depresi, rebutan pacar, persaingan antar kelompok
remaja, pubertas, dan seterusnya tanpa mencari lebih jauh lagi mengapa
mereka bertindak agresif,” jelas Hadi Supeno yang juga mantan Ketua
KPAI (ruhito).

 

 

 

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.