Pejabat Banjarnegara Diwajibkan Gunakan Pakaian Adat

 

PAKAIAN : Bupati Sutedjo Slamet Utomo menyematkan tanda pengenal kepada PNS yang berpakain adat (foto : BNC/ruhito)
PAKAIAN : Bupati Sutedjo Slamet Utomo
menyematkan tanda pengenal kepada PNS yang berpakain adat (foto : BNC/ruhito)

BANJARNEGARA (BanyumasNews.com) – Untuk melestarikan dan
mensosialisasikan pakaian adat Pemerintah Kabupaten Banjarnegara
mewajibkan kepada para pejabat untuk mengenakan pakaian adat sebagai
pakaian kerja. Pakaian adat tersebut digunakan setiap hari Kamis
minggu terakhir setiap bulannya dan dimulai pada bulan April 2014.

Kebijakan  tersebut dicabang saat acara Coffe Morning di Pendapa
Dipayuda Adigraha, Kamis (34/4)/ Pejabat yang mengenakan pakaian adat
diantaranya Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Pejabat setingkat
eselon III ke atas, Kasubag dilingkungan Setda Banjarnegara serta
lurah.
Pemakaian  pakaian adat ditetapkan dengan Keputusan Bupati
Banjarnegara nomor 061/1059 tahun 2013.

”Adat Jawa khususnya adat Banjarnegara saat ini sudah mulai dilupakan
dengan makin banyaknya budaya dari barat. Memakai baju adat
Banjarnegara juga merupakan sarana mewujudkan dan melestarikan salah
satu adat Banjarnegara, untuk itu mulai hari ini setiap hari kamis
minggu terakhir setiap bulan memakai baju adat Banjarnegara,” kata
Bupati Banjarnegara, Sutedjo Slamet Utomo.

Namun demikian, lanjut dia, joka pada hari Kamis terakhir pada bulan
tersebut, ada PNS yang menghadiri undangan keluar kota, dinas luar
dengan pertimbangan untuk kelancaran tugas seperti penarik restribusi,
Satpol PP, Dinhubkominfo tetap menggunakan pakaian PDH sesuai
ketentuan.

Dikatakan Sutedjo, adanya kebijakan pemkab ini dapat menggugah kembali
tradisi baju adat Banjarnegara yang telah lama hilang, sehingga saat
ini merupakan waktu yang tepat untuk menunjukan baju adat yang
sebenarnya.

”Saya mengajak semua warga untuk melestarikan budaya Banjarnegara,
salah satunya dengan memakai pakaian adat Banjarnegar. Memakai baju
adat Banjarnegara juga merupakan sarana mewujudkan dan melestarikan
salah satu adat Banjarnegara,” katanya (ruhito).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.