Dua Siswi SD Terserat Arus Sungai Gintung

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com) – Kegiatan jalan-jalan yang biasa digelar SD Negeri 1 Pagerandong dan SDN 2 Pagerandong, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga (Jateng) pada setiap Jumat di akhir Minggu keempat setiap bulannya, Jumat (25/4/2014) berbuah duka. Pasalnya, dua siswa dari SDN 2 Pagerandong, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga, terseret arus Sungai Gintung, ketika sedang menyeberangi sungai tersebut.
Kedua korban yang hingga Jumat petang belum ditemukan, yakni Khana Sherliana (11) dan Dinda (10) warga Desa Pagerandong. Sementara hingga semalam, jajaran Polres Purbalingga masih bersiaga di SD Negeri Pagerandong 2, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidai diinginkan.
Pasalnya, pada siang hari, setelah kejadian yang menggegerkan itu, sekelompok orang yang marah, merusak pot-pot bunga dan memecah kaca di sekolah itu. Beruntung, aksi itiu berhasil diredam oleh polisi, hingga tidak sampai fatal.

Saat itu, warga , terutama keluarga yang anaknya hilang, meluapkan amarahnya ke SDN 2 Pagerandong. Pasalnya, sudah tahu kondisi arus sungai Gintung sedang deras, namun kedua pihak sekolahan itu membiarkan para siwanya jalan-jalan di sekitar Sungai Gintung.

“Kami berharap masyarakat bisa memahami musibah ini. Dan Tim SAR Purbalingga yang berkoordinasi dengan Badan SAR Nasional Cilacap maupun warga sedang berupaya maksimal melakukan pencarian kedua korban,” ujar Kapolsek Kaligondang, AKP Soedarno di lokasi kejadian.

Pada setiap hari Jumat di akhir Minggu ke empat, para siswa SDN 1 Pegarandong dan SDN 2 Pagerandong melakukan jalan sehat bersama. Dan Jumat ini tujuannya ke Dukuh Mlayang di Desa Sidareja, Kecamatan Kaligondang yang tidak jauh dari wilayah Desa Pagerandong. Para siswa didampingi para guru dari kedua sekolah tersebut.
Ketika sedang jalan-jalan di pinggiran sungai, sekitar jam 10.00 WIB, ada tujuh anak yang terpeleset secara bersama-sama. Dalam sekejap, mereka terbawa arus Sungai Gintung yang saat itu cukup deras.

Mengetahui kejadian itu, beberapa orang guru dibantu masyarakat setempat yang sedang berada di dekat lokasi kejadian segera melakukan pertolongan. Namun hanya lima orang yang berhasil ditolong, sedang dua orang lainnya, yakni Khana Sherlina (11) dan Dinda (10), segera terseret , masuk ke dalam Kedung Leng. “Keduanya segera masuk ke dalam kedung yang cukup dalam, dan terus terbawa aliran air Sungai,” ujar beberapa saksi mata.

Sebenarnya, ujar beberapa saksi mata, kondisi sungai pada saat itu arusnya lumayan deras, tetapi pada tempat kejadian kedua korban menyeberang memang sungainya dangkal tetapi arusnya sangat deras. Dan di bawah arus sungai tersebut terdapat kedung yang oleh masyarakat setempat dinamai Kedung Leng, dengan kedalaman sekitar 4 meter.

Atas kejadian itu, Kepala Dinas Pendidikan Purbalingga, Tri Gunawan segera terjun ke lokasi kejadian, dan berusaha menenangkan para siswa, orang tua siswa serta guru-guru dari dua sekolah itu yang tampak panik.
Sementara itu Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Pos SAR Cilacap, SAR Purbalingga, dan Polsek Kaligondang yang dibantu warga serta keluarga terus melakukan pencairan di pinggiran sungai ke arah barat dan timur sejauh 3 kilometer. Namun hingga Jumat petang upaya itu masih nihil. (BNC)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.