Gagalnya Petahana, Konstituen Tidak Merasakan Manfaat Langsung Keberadaan Caleg

caleg-pmluPURBALINGGA (BanyumasNews.Com)  – Caleg petahana yang tidak lagi terpilih untuk duduk di kursi dewan disebabkan faktor yang berbeda di tiap daerah. Di daerah lain ada yang lebih dari 50 persen terpilih lagi, sedangkan di Purbalinga, 60 persen tidak terpilih lagi.
Salah satu faktornya adalah, kata pengamat politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Ahmad Sabiq, masyarakat menganggap selama caleg tersebut menjabat sebagai anggota dewan, tidak ada manfaat yang langsung dirasakan oleh konstituen atau masyarakat itu.

“Yang lebih bisa dinilai oleh masyarakat ya petahana itu. Masyarakat sudah menaruh harapan besar. Ketika harapan itu tidak bisa terwujud maka masyarakat tidak akan memilihnya kembali,” katanya.

Namun jika selama menjabat sebagai anggota dewan, caleg petahana itu memiliki prestasi dalam artian menjembatani aspirasi masyarakat dengan kebijakan di level pemda, maka kemungkinan untuk terpilih kembali juga besar.

“Inilah, seni untuk terpilih menjadi kunci utama dalam politik, namun yang berat adalah seni untuk terpilih lagi,” katanya.

Sebenarnya petahana lebih memiliki keunggulan dalam kampanye dibanding caleg baru. Sepanjang menjabat sebagai anggota dewan, ya itulah kampanye mereka. Ketidakmampuan menjalankan seni dalam merawat konstituen juga menjadi salah satu faktor kegagalan caleg petahana.
Faktor lain, adanya restrukturisasi atau perubahan daerah pemilihan (dapil) oleh caleg petahana. Kegagalan petahana bisa terjadi karena basis konstituennya berubah.

“Soal politik uang, hal itu juga bisa jadi penyebab, pasalnya fenomena ini cukup marak dalam pemilu kali ini,” katanya.

Seperti diberitakan, dari prediksi yang diolah dari data hasil rekapitulasi perolehan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purbalinga, Sabtu-Minggu (19-20/4) lalu, 60 persen calon anggota legislatif (caleg) petahana yang maju dalam Pemilu 2014 gagal duduk kembali di kursi DPRD Purbalingga. Dari 42 caleg petahana yang maju hanya 17 caleg yang berhasil melenggang menjadi wakil rakyat, sisanya harus gigit jari.

Yang paling mengagetkan, dari Partai Golkar, enam caleg petahana tak ada satu pun yang terpilih kembali. Juga dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dua anggota dewan yang maju lagi, gagal tidak mendapat kursi. Dari seluruh partai yang menawarkan caleg petahana, hanya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang berhasil bertahan di dewan. Ketiganya akan ditemani oleh dua wajah baru. (BNC)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.