Bahan Baku Mahal, Perajin Genteng Banjarmangu Alih Profesi

 

GENTENG : Salah seorang perajin genteng Banjarmangu yang masih bertahan tengah menjemur genteng yang baru dicetak sebelum memasuki proses pembekaran (foto : BNC/ruhito).
GENTENG : Salah seorang perajin genteng
Banjarmangu yang masih bertahan tengah menjemur genteng yang baru
dicetak sebelum memasuki proses pembekaran (foto : BNC/ruhito).

BANJARNEGARA (BanyumasNews.com) – Akibat terkendala bahan mendapatkan bahan baku, perajin pengrajin genteng di Dukuh Gendengan, Desa Banjarmangu, Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara banyak yang telah beralih profesi. Dalam beberapa tahun terakhir, dari 40 orang perajin
kini hanya 17 orang pengrajin yang masih bertahan.

Menurut Sumaryo (63), sejak satu tahun lalu dirinya memutuskan untuk
tidak melanjutkan usaha pembuatan genteng dikarenakan naiknya harga
bahan baku berupa tanah liat.

“Saat itu untuk beli tanah liat dan ongkos transportnya sampai disini
biayanya naik dari Rp 81 ribu menjadi Rp 106 ribu tiap rit, sedangkan
waktu itu penjualannya sedang sulit”, kata dia, Senin (21/4). Selain
itu sebagai campuran tanah lempung juga harus memakai pasir laut yang
dibeli dari Kebumen.

Miswanto (58) yang tetap mempertahankan usaha pembuatan genteng
mengatakan naiknya harga bahan baku disebabkan karena adanya kenaikan
harga pada sejumlah barang pokok yang lain. “Karena harga
barang-barang naik akhirnya harga lempung (tanah liat-red) juga naik
termasuk biaya truk pengangkutnya”, ujar Miswanto.

Menurut Miswanto, kendala lain yang dihadapi adalah faktor alam berupa
hujan. Musim hujan yang sedang terjadi saat ini mengakibatkan jumlah
produksi turun drastis sampai 100 persen. ”Proses pembuatan genteng
yang paling lama adalah pada proses pengeringan dari basah menjadi
setengah kering. Setelah itu baru dibakar dalam tungku sehari penuh,”
katanya. Pengeringan tersebut masih mengandalkan panas matahari dengan
cara dijemur pada halaman rumah atau pada tanah kosong (ruhito).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.