Banjir dan Longsor Landa Purbalingga

Bencana banjir yang melanda tiga desa yakni Desa Cilapar, Penolih (Kecamatan Kaligondang) dan Desa Lamuk Kecamatan Kejobong, mulai surut.
Bencana banjir yang melanda tiga desa yakni Desa Cilapar, Penolih (Kecamatan Kaligondang) dan Desa Lamuk Kecamatan Kejobong, mulai surut.

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com) – Bencana alam banjir dan tanah longsor masih mengintai sebagian wilayah di Purbalingga, jika hujan turun dengan deras dalam intensitas yang lama.

Seperti yang terjadi pada Senin (14/4) malam. Tiga desa yakni Desa Cilapar, Penolih (Kecamatan Kaligondang) dan Desa Lamuk Kecamatan Kejobong terendam air. Sedangkan longsor terjadi di Desa Kejobong, Pandansari dan Sokanegara (Kecamatan Kejobong) serta Desa Bantarbarang Kecamatan Rembang.

Kaur Pemerintahan Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang, Rosidin mengatakan, banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Ranu dan Sungai Lebak yang melintas di desa tersebut. Desanya dan dua desa tetangga selalu menjadi langganan banjir bila hujan turun dengan deras dan intensitas yang lama.

“Air mulai naik sekitar semalam pukul 20.00. Kedua sungai itu mengalir ke Sungai Klawing. Jika Sungai Klawing meluap, maka air akan kembali dan merendam rumah penduduk serta area persawahan,” katanya.

Menurutnya, ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Adapun rumah yang terendam sekitar 50 unit dan sawah sekitar 30 hektare. Akibatnya, padi di lahan tersebut terancam gagal panen atau dipanen dini. Dari pantauan kemarin, air di perkampungan sudah mulai surut, sedangkan di persawahan belum.

Sementara itu, bencana tanah longsor yang terjadi sekitar pukul 21.00 di Kecamatan Kejobong terparah terjadi di Desa Kejobong. Longsor tebing setinggi 10 meter menimpa dapur rumah milik Zainudin warga RT 23 RW 11 Dusun Totogan. Warga dan TNI membersihkan material longsoran pada keesokan harinya.

Komandan Koramil 07 Kejobong, Kapten Inf Slamet mengatakan, di pihaknya segera menyebar anggotanya untuk membantu warga membersihkan material longsor di Desa Kejobong, Desa Pandansari dan Sokanegara.

Di Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang longsoran tebing menghantam kandang kambing milik Sutomo, warga Dusun Kalitengah. Tiga ekor kambing mati tertimbung tanah. Camat Rembang, Suwarto mengatakan, longsor hanya terjadi di satu titik saja dan tidak mengakibatkan korban jiwa manusia.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga, Priyo Satmoko mengatakan, kerugian material akibat bencana alam tersebut belum bisa diketahui persis. Ia telah menerjunkan stafnya untuk melakukan pendataan dan memberikan bantuan.

Perihal banjir yang terjadi di Kecamatan Kaligondang dan Kecamatan Kejobong, menurutnya akibat meluap dua sungai dan wilayah desa tersebut termasuk rendah. Pihaknya sudah mengusulkan kepada Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) Yogyakarta untuk menormalisasi dua sungai tersebut, namun belum direalisasi.

“Tapi informasi terakhir, normalisasi dua sungai tersebut sudah dimasukkan dalam rencana BBSWSSO dan menunggu realisasinya,” katanya.

Lebih lanjut, ia meminta kepada warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam tersebut kembali. (BNC)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.