Kampanye Sekjen PAN Dibubarkan Panwas

Taufik Kurniawan-Sekjen DPP PANPURBALINGGA (BanyumasNews.Com)  – Meskipun  sudah ditetapkan aturan bahwa  selama hari tenang tidak boleh ada kampanye maupun pengumpulan massa, namun larangan itu tetap dilanggar. Hal itu menyusul pada hari tenang pertama sebelum hari H pencoblosan, yakni Minggu (6/4/2014), Panwaskab Purbalingga (Jateng) membubarkan kampanye di tiga tempat terpisah.

Kampanye pertama yang dibubarkan yakni kampanye yang dilakukan oleh Taufik Kurniawan, Caleg DPR RI dari Partai Amanat Nasional. Kampanye berlangsung di Gedung Korpri Purbalingga, dihadiri sekitar 200 orang. Kampanye kedua, dilakukan Kusnanto, Caleg DPRD Purbalingga dari PKB. Kampanye berlangsung dengan model mancing bersama di Dukuh Cleleng, Kelurahan Wirasana. Dan kampanye ketiga, dilakukan R Djaka S, Caleg DPRD Purbalingga  dari PDIP, dengan model mancing bersama di Dukuh Blumbang, Sirongge, Kelurahan Wirasana, Purbalingga.

“Ya, ketiga model kampanye itu terpaksa kami bubarkan bersama Panwascam dan Polres Purbalingga, karena telah melanggar aturan yang ditetapkan,” ujar Ketua Panwaslukab Purbalingga, Heru Tri Cahyono, Minggu (6/4/2014) petang.

Saat ini, aku Heru, pihaknya  masih terus melakukan menelusuran laporan masyarakat terhadap partai atau calon legislatif (caleg) yang ‘nakal’.

“Kami terpaksa meminta tolong kepolisian untuk membubarkan ketiga acara yang mengumpulkan massa itu. Karena setelah kami telusuri, ini serupa dengan penggalangan massa pada kampanye,” ujarnya.

Heru mengaku heran dengan partai dan caleg yang masih nekad melakukan kampanye di hari tenang. Pihaknya tak akan segan-segan membubarkan dan bahkan menindak tegas jika peringatan dari Panwas baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten diabaikan. Karena pelanggaran-pelanggaran masa kampanye sangat rentan mengakibatkan iri hati diantara caleg atau partai lainnya, yang tentu saja akan mengancam keamanan dan kenyamanan warga.

“Apa tidak cukup masa kampanye tertutup  selama satu tahun sejak parpol peserta pemilu ditetapkan dan masa kampanye terbuka selama 21 hari sejak 16 Maret 2014 sampai dengan 5 April 2014 ini?” ungkapnya heran.

Tak hanya kampanye dengan mengumpulkan massa, Heru menegaskan, kampanye dalam bentuk apapun tetap dilarang, termasuk di media massa dan jejaring sosial.    Meskipun pengawasan di jejaring sosial seperti Facebook dan twitter relatif sulit, pihaknya meminta masyarakat untuk aktif melaporkan jika ada pihak-pihak yang melanggar.

“Kami mungkin tak sampai pengawasan ke facebook dan twitter, karena itu memang bukan ranah kami. Namun, jika ada laporan, dan pelakunya warga Purbalingga, kita telusuri benar, bukti dan saksi cukup, jelas tindakan tegas tetap dilakukan,” ungkapnya.

Heru mengakui yang dilaporkan dengan yang tidak dilaporkan bagaikan gunung es. Yang dilaporkan hanya sedikit sekali dari kenyataan yang sebenarnya terjadi. Menurutnya, memang butuh keberanian bagi masyarakat untuk berani melapor.

“Jangan takut. Dengan aturan yang berlaku sekarang, pelapor jauh lebih aman, dan akan kami lindungi,” tegasnya. (BNC)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.