Desa Brecek Bertekad Jadi Sentra Jamur dan Sayuran Organik

Hj Roliyah, perintis budidaya jamur tiram dan sayuran organik di Desa Brecek, Kecamatan Kaligondang bersama anggota kelompok tani Tunas Harapan.
Hj Roliyah, perintis budidaya jamur tiram dan sayuran organik di Desa Brecek, Kecamatan Kaligondang bersama anggota kelompok tani Tunas Harapan.

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com – Bermula dari tekad untuk meningkatkan penghasilan ibu rumah tangga dan mengentaskan pengangguran, sekelompok wanita Ranting  Aisyiyah   Desa Brecek, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga berlatih membudidayakan tanaman jamur tiram. Usaha itu pun disambut baik oleh Kelompok Tani Tunas Harapan desa setempat, yang belakangan usaha budidaya jamur  tiram di desa itu  terus berkembang.   

Semula, jatuh bangun dan gagal dalam budidaya jamur tiram dialami oleh para anggota kelompok tani itu pada awal tahun 2013. Perlahan namun pasti, didukung pelatihan yang dibimbing oleh petugas Balai Latihan Kerja Pertanian (BLKP) Provinsi Jateng di Klampok, Banjarnegara, serta studi banding ke petani jamur tiram di Desa Danaraja, Kecamatan Purwanegara, Banjarnegara, akhirnya anggota kelompok tani itu,  kini mulai piawai dalam budidaya jamur tiram.

Kelompok tani Tunas Harapan, yang beranggotakan 16 orang, kini mengelola kurang lebih 1000 baglog (media tanam jamur dalam plastik). Dalam setiap harinya, mampu menghasilkan bersih Rp 100 ribu – Rp 200 ribu. Itu karena, dalam setiap hari mampu menghasilkan 10-20 kg jamur tiram, dengan harga per kg Rp 10 ribu, dan sasaran pemasaran di sekitar Purbalingga.

“Prospek pemasaran jamur tiram bagus. Bahkan kami sampai kewalahan melayani pembeli,”  ujar Hj Roliyah, pimpinan Ranting Aisyiyah   Desa Brecek, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga selaku motor penggerak budidaya jamur tiram di desa itu usai acara penutupan  pelatihan budidaya sayuran  organik di balai desa setempat, Jumat (28/3).

Pelatihan itu difasilitasi oleh BLKP Provinsi Jateng, selama 18 hari, terhitung mulai Kamis (6/3) hingga Rabu (26/3), diikuti 16 anggota kelompok tani Tunas Harapan. Hadir dalam penutupan itu, Kepala BLKP Provinsi Jateng Ibnu Santosa, Camat Kaligondang Harsono, dan Kepala Desa Brecek Siti Rahmanimngsih.

Selama pelatihan itu, para anggota kelompok tani diajari secara teori dan  praktek budidaya sayuran organik, seperti lombok, tomat, kangkung, bayam,ceksin, terong, timun, bawang merah, daun  bawang, sledri dan kemangi.

Kali ini merupakan pelatihan kedua yang difasilitasi oleh BLKP Provinsi Jateng di Klampok. Sebelumnya,  pelatihan budidaya jamur tiram pada tahun 2013, yang  kini terus berkembang. Dan kini, meluas ke  budidaya sayuran organik.

Salah seorang peserta pelatihan, Misharyati  (34) mengakui, pelatihan ini sangat bermanfaat  untuk meningkatkan penghasilan keluarga. Sarjana Ekonomi alumni Universitas Muhammadiyah  Purwokerto (UMP) ini sudah melamar berbagai pekerjaan di luar kota, namun akhirnya kembali ke desa untuk membangun bidang pertanian.

“Tekad saya, Brecek harus maju di bidang pertanian, utamanya sebagai sentra jamur dan sayuran organik. Belakangan, sudah banyak kelompok maupun perorangan yang studi banding

ke Desa Brecek sini untuk belajar bertanam jamur tiram dan  sayuran organik,”  ujar Misharyati yang didampingi ketua kelompok tani Tunas Harapan,  Ruhanto.

Upaya budidaya sayuran organik, lanjut Misharyati,dilatarbelakangi  bahwa masyarakat modern sekarang lebih senang mengkonsumsi  sayuran organik dibandingkan non organik. Jelasnya, sayuran Organik memiliki beberapa keunggulan. Yakni menggunakan pupuk dan pestisida organik sehingga tidak menimbulkan pencemaran lingkungan, prduknya tidak mengandung senyawa yang berbahaya bagi tubuh manusia, mengkonsumsi sayuran organik lebih sehat dibandingkan mengkonsumsi sayuran non organik, produk organik mempunyai rasa yang lebih manis dari pada sayuran biasa, dan produk organik bisa memperbaiki kesuburan dan kegemburan tanah.

Selain di setiap halaman rumah penduduk, saat ini, para anggota kelompok tani Tunas Harapan juga mengembangkan sayuran organik di atas lahan seluas kurang lebih 100 ubin, berupa pembibitan dan tanaman untuk konsumsi. Diantaranya berupa lombok, tomat, kangkung, bayam,ceksin, terong, timun, bawang merah, daun  bawang, sledri, pare dan kemangi.

Saat ini, produk sayuran organik dari Desa Brecek untuk  memenuhi kebutuhan di wilayah Purbalingga, diantaranya dipasarkan ke karyawan pabrik-pabrik   bulu  mata palsu dan perumahan.Ditargetkan, ke depan produk sayuran organik maupun jamur tiram dari Desa Brecek siap menembus hotel dan swalayan di Purbalingga, Purwokerto maupun kota-kota besar lainnya seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya. (BNC)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.