Sebelum Dicopot, 11 Kepala UPT Dindik Mengundurkan Diri

Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto melantik 134 pejabat baru di lingkungan Dinas Pendidikan Purbalingga di Pendapa Dipokusumo, kemarin. Dari pejabat yang dilantik, 18 diantaranya merupakan kepala UPT. Sisanya 16 pengawas SD, 3 kepala SMK, 27 kepala SMP dan 70 kepala SD.
Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto melantik 134 pejabat baru di lingkungan Dinas Pendidikan Purbalingga di Pendapa Dipokusumo, kemarin. Dari pejabat yang dilantik, 18 diantaranya merupakan kepala UPT. Sisanya 16 pengawas SD, 3 kepala SMK, 27 kepala SMP dan 70 kepala SD.

PURBALINGGA  (BanyumasNews.Com) – Sehari setelah pengunduran diri massal 11 kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan, Bupati Sukento Rido Marhaendrianto langsung mengisi kekosongan jabatan tersebut. Pengisian jabatan ini justru semakin memperjelas jika pengunduran diri para kepala UPT itu hanya sekedar ‘sandiwara’. Mereka memilih mundur karena sebenarnya sudah tahu jabatannya akan dicopot. Jika mengundurkan diri, kesannya para kepala UPT Dindik tersebut tidak bersalah.

Sumber di Pemkab Purbalingga menyebut, Inspektorat sudah jauh-jauh hari sebelumnya merekomendasikan kepada Bupati Sukento untuk melepas jabatan 12 kepala UPT Dindik. Mereka diduga tersangkut persoalan Dana Alokasi Khusus yang menyeret tiga  kepala UPTD Dindik lainnya ke persoalan hokum dan bahkan kini sudah divonis oleh Pengadilan Tipikor Semarang.

Sekda Purbalingga Imam Subijakto menampik jika mundurnya para kepala UPTD Dindik dikaitkan dengan kasus DAK. “Tidak ada kaitannya dengan kasus yang menimpa teman mereka. Ada alasan lain yang membuat mereka mundur,” kata Imam Subijakto usai acara pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat structural dan fungsional di jajaran Dinas Pendidikan di pendopo Dipokusumo, Kamis (27/2).

Dikatakan Imam Subijakto, alasa mereka mundur karena ingin menjadi pejabat fungsional. Sebab selama mereka duduk sebagai pejabat struktural, beban kerja oleh mereka dinilai terlalu berat.

Ketika ditanya mengapa sehari setelah para kepala UPT tersebut mundur, bupati langsung melantik kepala UPT  yang baru. Imam mengatakan, pelantikan tersebut sebenarnya tidak perlu dipertanyakan. Pasalnya, Baperjakat telah bergerak cepat untuk mengisi posisi itu.

“Kan hanya 11 orang. Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan) bekerja cepat meski menyita waktu dan pikiran. Tapi Baperjakat sudah punya pandangan siapa siapa orangnya,” katanya.

Imam menambahkan, mundurnya mereka memang moment-nya tak lama setelah kepala Dindik baru dilantik, menjelang ujian nasional dan setelah divonisnya tersangka korupsi DAK Pendidikan 2012.

“Jadi memang tidak ada kaitannya dengan hal itu (koupsi). Digantinya mereka juga tidak ada permainan. Semuanya beres kok,” tegasnya.

Secara terpisah Ketua Komisi III DPRD Purbalingga, Hartoyo menilai tidak ada permainan dalam pengunduran diri 11 kepala UPT Dindik tersebut. “Tidak ada permainan, saya memang mendapat info, mereka mengaku merasa bersalah karena masuk kelingkaran kasus kemarin (Korupsi DAK Pendidikan 2012),” katanya.

Sebagaimana diketahui, kasus korupsi DAK 2012 menjerat mantan Kepala Dindik, Iskhak serta tiga Kepala UPT Dindik dan sudah divonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang. Masing-masing Kepala UPT Bobotsari, Suprapto, Kepala UPT Bukateja, Mugi Raharjo, dan Kepala UPT Purbalingga, Sahlan.

Dana DAK digunakan untuk rehabilitasi 436 ruang kelas di 146 SD dengan anggaran sebesar Rp.
27.650.680.000. Selain itu juga digunakan untuk pembangunan 40 gedung perpustakaan di 40 SD dengan total anggaran sebesar Rp.4.127.400.000. Indikasi penyimpangan yang dilakukan adalah adanya permintaan dana operasional oleh Kepala Dindik Purbalingga sebesar 5 persen dari besarnya DAK Tahun 2012 yang diterima masing-masing sekolah. ADapun ketiga kepala UPT tersebut berperan sebagai pengepul uang dari kepala UPT lain yang diperoleh dari para kepala SD.

Iskhak divonis penjara dua tahun delapan bulan atau 32 bulan, sedangkan tiga mantan Kepala UPT Dindik divonis dua tahun kurungan, Rabu (26/2) silam.

Sementara itu  Bupati Purbalingga, Sukento Rido Maehaendrianto melantik 134 pejabat baru di lingkungan Dindik Purbalingga di Pendapa Dipokusumo. Masing-masing 18 kepala UPT, 16 pengawas SD, 3 kepala SMK, 27 kepala SMP dan 70 kepala SD.

Pejabat kepala UPT Dindik yang baru dilantik masing-masing Ruwiyo sebagai kepala UPT Dindik Kecamatan Kemangkon, Sriyono (Mrebet), Sukatno Prayitno (Kejobong), Mahdum Ismail (Pengadegan), Tohid (Kaligondang), Tohirin (Purbalingga), Medi (Kalimanah), Priharjono (Padamara), Daryanto (Kutasari), Amrul Dzikri (Bojongsari), Sunaryati (Bukateja), Subroto ()Rembang), Ratam (Karangreja), Haryanto (Karangjambu), Yohanes Hariyanto (Kertanegara), Suwito (Bobotsari), Aji Susmanunggal (Karanganyar), Zaenu (Karangmoncol), dan Sumito kepala UPT Dindik Kecamatan Bobotsari.

Bupati Sukento berpesan, para pejabat terlantik khususnya kepala UPT Dindik hendaknya dapat menjalankan amanah dengan penuh tangungjawab. Tugas yang terpikul di pundak adalah tugas yang sangat mulia yaitu mencerdaskan generasi penerus anak bangsa sebagai generasi emas Indonesia.

“Tugas pejabat sangat berat karena banyak sekali tantangan dalam pendidikan. Perlu diketahui pemerintah daerah tidak main-main dalam kesiapan menyelenggarakan pendidikan. Pemda telah mengangagarkan dana sebesar Rp 76 milyar atau 15,34 % dari total APBD.

Bupati Sukento juga berpesan kepada seluruh terlantik untuk Education for all, yaitu pendidikan untuk semua, dalam pendidikan tidak boleh ada yang dikecualikan. Ada yang lapor ke saya gara-gara tidak membayar tidak diberi kartu ujian, sehingga menimbulkan psikologi effek kepada anak tersebut karena sedang mengikuti ujian, saya mohon kejadian seperti ini jangan terulang lagi,” kata Sukento.

Sukento menambahkan, seluruh insan pendidikan diharapkan untuk menciptakan rumah pendidikan. Dengan cara menciptakan budaya pendidikan bukan hanya di sekolah tetapi di setiap rumah, karena anak didik sekarang lebih suka menonton televisi dan membuka tablet. “Saya harapkan kepada semua terlantik untuk mempersiapkan pelaksanaan ujian nasional tahun 2014 dan kurikulum tahun 2013 sebaik mungkin,” tambah Sukento. (BNC)

2 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.