Ikan Sungai Semakin Langka

benih ikan di kompleks Bendung Slinga, Kecamatan Kaligondang
benih ikan di kompleks Bendung Slinga, Kecamatan Kaligondang

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com) –  Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto mengajak kalangan pengusaha untuk ikut peduli terhadap ketersediaan ikan tangkap di sungai. Ajakan itu menyusul keprihatinan bupati  atas semakin langkanya populasi ikan sungai yang menjadi salah satu penghasilan masyarakat nelayan sungai. Sementara  anggaran penyediaan kembali (re-stocking) dari pemkab jumlahnya terbatas.

Tahun ini Dinas Perikanan dan Peternakan (Dinnakan) Purbalingga baru mampu menebar 120 ribu bibit ikan. Jumlah ini menurut Bupati masih sangat kurang bila dibandingkan dengan jumlah  sungai yang ada di Purbalingga. “Tahun depan Pemkab bisa tidak menganggarkan kegiatan ini dua kali lipatnya. Atau kita minta juga para pengusaha untuk ikut menebar ikan di sungai,” ungkap Bupati Sukento, saat acara menebar benih ikan di komplek Bendung Slinga, Kaligondang, Rabu (19/3).

Menurut Bupati, bila para pengusaha di Purbalingga seperti pengusaha korea  dapat ikut menebar bibit ikan minimal tiap perusahaan 1 ton bibit ikan, maka sudah dapat terkumpul 20 ton bibit ikan. Jumlah itu, lanjut bupati,  bisa menambah re-stocking ikan sebanyak  100 ribu bibit ikan.  Belum lagi bila para pemilik toko menyumbang 5 kiloan, tentu jumlahnya akan semakin banyak.

“Setelah ditebar ikan, masyarakat juga nangkepnya jangan pake racun, aja distrum, aja di bledug. Mari kita bersatu padu, melestarikan sungai sungai kita,” tambahnya.

Kepala Dinnakan Purbalingga Sediyono menuturkan, penebaran ikan yang dilakukan Bazda jumlahnya 45 ribu ekor. Jumlah ini akan ditebar di 9 lokasi termasuk di sungai Gringsing yang berada di tengah kota Purbalingga. “Yang di tebar di Bendung Slinga, 25 ribu ekor terdiri dari ikan tawes, nila dan nilem. Sisanya untuk lokasi lainnya,” kata  Sediyono.

Kegiatan penebaran ikan di perairan umum bertujuan untuk meningkatkan produksi perikanan tangkap daerah sungai. Melestarikan sumber daya hayati perikanan serta meningkatkan ketersediaan ikan di sungai bagi para nelayan tangkap. Setiap tahun, lanjut Sediyono, Dinnakan harus menyediakan kembali ikan tangkap di sungai.  “Tahun ini, target kita menebar 120 ribu bibit ikan,” jelasnya.

Selain itu, Dinnakan juga membantu alat tangkap ikan ramah lingkungan berupa jala dan pemasangan papan peringatan agar msayarakat disekitar sungai dapat menangkap ikan secara ramah lingkungan. Yakni tidak dengan racun, distrum dan di bom atau dibledug.

Diperoleh keterangan dari salah satu pengurus Bazda, Imam Yulianto, menyebutkan bahwa dana untuk pengadaan bibit ikan, tidak diambilkan dari dana zakat. Namun menggunakan dana infak dan sodaqoh yang dihimpun oleh Bazda Purbalingga. “Bazda Purbalingga ikut peduli menyediakan sumber pendapatan masyarakat dengan menebar bibit ikan di sejumlah sungai di Purbalingga,” jelasnya. (BNC)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.