Pembangunan Ke-PU-an Meningkat 100 Kali Lipat

MusrenbangPURBALINGGA  (BanyumasNews.Com) – Peningkatan pembangunan infrastruktur dan pembangunan ke-Pekerjaan Umum-an (ke-PU-an) di Kabupaten Purbalingga meningkat 100 kali lipat di tahun 2014, jika dibanding dari tahun2010.

Dari data Bappeda Purbalingga dapat dijelaskan pada tahun 2010 anggaran infra struktur dan ke-PU-an sebesar 18,2 M, tahun 2011 sebesar 85,19 M, tahun 2012 sebesar 134 M, tahun 2013 sebesar 200,8 M dan tahun 2014 sebesar 175 M. Pada tahun 2014 ini dana ke-PU-an tersebut akan digunakan untuk pembangunan peningkatan dan kualitas infrastruktur wilayah, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, serta revitasilsai pasar tradisional.

Menurut Bupati Purbalingga, Sukento Rido Marhaendrianto untuk jaringan irigasi sekitar 20 milyar nantinya akan digunakan untuk pembebasan lahan untuk jaringan irigasi bendung slinga untuk membebaskan lahan sekitar 75 hektar. Dengan perpanjangan jaringan irigasi ini nantinya akan meningkatkan produktifitas petani sekitar 1000 ton per tahun.

“Pendanaan jaringan irigasi bendung sliga ini, dengan perbandingan 50% pemerintah pusat, 25% provinsi Jawa tengah dan 25 % Kabupaten Purbalingga” kata Sukento pada saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kabupaten Purbalingga Tahun 2015 di Pendopo Dipokusumo, Rabu (19/3)

Terkait dengan prioritas provinsi Jawa Tengah pada tahun 2014 sebagai tahun infrastruktur, Bupati berharap kepada seluruh masyarakat untuk melakukan pengawasan bersama terhadap jalannya  pembangunan yang ada diwilayahnya. “Kepada seluruh SKPD untuk terus melakukan pemantauan dan evaluasi kepada pihak ketiga meningkatkan kualitas bangunannya, jangan sampai baru 4 bulan di bangun sudah rusak lagi.” kata Sukento

Menurut Bupati, dengan kenaikan anggaran ke-PU-an di Purbalingga, juga akan berimbas kepada peningkatkan pemakaian bahan baku terutama semen dan aspal serta eksploitasi Sumber Daya Alam terutama galian C, dimana kendaraan pengangkut bahan baku tersebut salah satu faktor pemicu cepat rusaknya infrastruktur jalan, sedangkan biaya perbaikanya cukup besar.

“Saya berharap stok semen dan aspal di Purbalingga tidak berkurang, hal ini berkaitan dengan tahun infra struktur di Jawa Tengah. Karena kalo berkurang dan sulit di cari maka harganya akan manjadi mahal” kata Sukento.

Kepala Bappeda Purbalingga, Setiyadi mengatakan tema Musrenbang tahun 2015 adalah memantapkan pencapaian sasaran pembangunan untuk mendorong terwujudnya ekonomi yang maju, manajemen pemerintahan yang baik, serta kondisi wilayah yang aman dan nyaman menuju peningkatan kesejahteraan untuk semua.

“Tema ini diambil untuk mewujudkan slogan Purbalingga Emas, yang menjadi prioritas pembangunan Bupati” kata Setiyadi

Program prioritas pada tahun 2015 ada 14 prioritas yaitu rehab rumah keluarga miskin, peningkatan akses sanitasi dan air bersih, SMK boarding school, Purbalingga pintar, implementasi kurikulum 2013, peningkatan kapasitas dan kualitas prasarana pendidikan, desa sehat mandiri, pusat pemilihan gizi, fasilitasi usaha pencegahan kematian ibu dan bayi, peningkatan aksesibilitas wilayah, revitalisasi pasar tradisional, pendayagunaan potensi ekonomi daerah, rencana investasi kabupaten purbalingga danpeningkatan kapasitas dan kualitas infrastuktur wilayah.

“Untuk program Purbalingga pintar suatu program dimana seluruh anak usia sekolah dapat mampu mengakses pelayanan pelayanan pendidikan terutama untuk pendidikan dasar. Dari pemetaan masalah nanti akan dicarikan formula solusinya. Contoh untuk orang tuanya yang tidak mampu maka akan diberi bantuan pendidikan” kata Setiyadi. (BNC)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.