Kirab Pemilu Damai Malah Ricuh

Kirab p[ilkada damai di Purbalingga sempat ricuh. Kericuhan itu dipicu adanya partai yang membawa atribut caleg dalam mobil. Kesepatan semula, mobil peserta kirab hanya boleh membawa atribut partai, bukan caleg.
Kirab p[ilkada damai di Purbalingga sempat ricuh. Kericuhan itu dipicu adanya partai yang membawa atribut caleg dalam mobil. Kesepatan semula, mobil peserta kirab hanya boleh membawa atribut partai, bukan caleg.
PURBALINGGA (BanyumasNews.Com) –  Kericuhan mewarnai kirab partai politik (parpol) peserta pemilu di Purbalingga, Sabtu (15/3). Sejumlah caleg PDI Perjuangan bersitegang dengan anggota KPU dan Panwaslu Purbalingga. Kericuhan itu dipicu oleh pelanggaran beberapa parpol terhadap kesepakatan dalam pelaksanaan kirab. Walhasil, acara kirab itu tertunda hampir satu jam di titik start di alun-alun Purbalingga.

Dalam kesepakatan yang ditandatangani semua parpol, pada kirab itu setiap peserta hanya boleh menggunakan kendaraan beroda empat maksimal tujuh unit. Kendaraan beroda empat itu hanya boleh memajang lambang partai, tanpa gambar dan nama caleg partai itu.

“Sudah disepakati kendaraan parpol peserta kirab tidak boleh ditempeli gambar caleg. Itu ada beberapa mobil yang ada gambar calegnya. KPU dan Panwaslu tidak tegas,” ujar Bambang Irawan, caleg PDIP dengan nada emosi.

Kekesalan caleg PDIP itu karena anggota KPU, Sudarmadi dan anggota Panwaslu, Ali Imron tidak berhasil menertibkan peserta kirab. Kedua lembaga penyelenggara pemilu itu dituding tidak bisa bertindak tegas.

“Kalau KPU dan Panwaslu membiarkan parpol yang melanggar kesepakatan itu, PDIP akan mengerahkan semua kendaraan yang bergambar caleg kesini,” ujar Bambang Irawan.

Tidak mudah bagi KPU dan Panwaslu menertibkan kendaraan yang melanggar itu. Baru setelah Kapolres Purbalingga AKBP I Ktut Suwitra mengancam akan menghentikan acara kirab, parpol pelanggar kesepakatan bersedia menyingkirkan mobil yang dipersoalkan tersebut. Kirab itu akhirnya bisa dilaksanakan.

Acara kirab itu menandai masuknya masa kampanye terbuka bagi parpol peserta pemilu. Sebelum kirab, didahului deklarasi pemilu damai di pendapa Dipokusumo. 12 parpol peserta pemilu sepakat mematuhi semua peraturan perundangan, siap kalah dan siap menang, serta tidak menggunakan kekerasan dalam kampanyenya. (BNC)

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.