Antisipasi Gunung Slamet Meletus, Simulasi Pengungsian Warga Digelar

Tim Penanganan bencana pemkab Purbalingga menggelar simulasi evakuasi warga Bambangan, Desa Kutabawa. Simulasi itu sebagai antisipasi kemungkinan terburuk terjadinya erupsi Gunung Slamet.
Tim Penanganan bencana pemkab Purbalingga menggelar simulasi evakuasi warga Bambangan, Desa Kutabawa. Simulasi itu sebagai antisipasi kemungkinan terburuk terjadinya erupsi Gunung Slamet.

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com)  – Mengantisipasi kemungkinan terburuk terhadap kondisi Gunung Slamet, Tim Penanganan Bencana menggelar simulasi pengungsian warga. Simulasi evakuasi penanganan bencana digelar di Dusun Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Jumat (14/3). Lokasi tersebut merupakan titik terdekat yakni sekitar 8 kilometer dari kawah Gunung Slamet.

Dalam simulasi tersebut digambarkan, Gunung Slamet berstatus awas dan terjadi erupsi. Tim penyelamat pun melakukan penyelamatan dan menyisir para warga yang masih di dalam rumah untuk dievakuasi ke tempat yang lebih aman mulai dari balai desa hingga kantor kecamatan.

Komandan Kodim 0702/Purbalingga, Letkol Inf Agustinus Sinaga mengatakan, simulasi tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya korban jiwa jika Gunung Slamet benar-benar meletus. “Belajar dari dua gunung sebelumnya Sinabung dan Kelud, jangan sampai di Gunung Slamet terjadi korban jiwa,” Agustinus Sinaga.

Simulasi evakuasi tersebut dilakukan untuk melatih masyarakat dan tim penyelamat dalam bekerja. Terakhir latihan itu dilakukan pada 2009, saat itu status Gunung Slamet juga sedang waspada. “Jadi sudah lama tidak dilatih. Tadi dicoba antarpersonel dan logistik. Ya kerjaan kita ya itu, menyelamatkan warga. Selain itu untuk meyakinkan masyarakat untuk berbuat apa jika Gunung Slamet meletus. Masyarakat jangan panik. Waspada bukan berarti stres,” jelasnya.

Simulasi dilakukan dua kali. Simulasi melibatkan sekitar 400 personel dari Kodim 0702/Purbalingga, Batalion Infanteri 406 Candra Kusuma, Lanud Wirasaba, Polres Purbalingga, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tim Search and Rescue (SAR) Purbalingga, Palang Merah Indonesia (PMI), Dinas Kesehatan (Dinkes), Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan sukarelawan.

Bupati Purbalingga Sukento Rido mengatakan, Simulasi berjalan bagus sekali. Masyarakat dan tim penanganan bencana sudah lama tidak dilatih. Kodim sudah mempunyai pola evakuasi tersebut dan akan dijadikan prosedur operasional standar (SOP) untuk Pemkab Purbalingga dalam rangka evakuasi warga jika ada musibah gunung meletus.

Menurut Sukento, dalam simulasi evakuasi tersebut masih ada kelemahan, dalam hal ini medan jalan yang kecil dan tidak ada kantung parkir di lokasi tersebut. “Karena itu, saya meminta Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sigit Subroto untuk membuat kantung parkir dan melebarkan jalan, sepanjang warga tidak menuntut ganti rugi lahan,” katanya.

Pelebaran jalan dan pembuatan kantung parkir tersebut, akan diusulkan tahun ini sehingga tahun depan bisa langsung dikerjakan. “Ini sifatnya kan emergency. Bahkan kalau bisa di anggaran perubahan akan diusulkan.

Hujan Pasir Halus

Sementara itu, kondisi Gunung Slamet tertutup awan tebal. Namun aktifitas masyarakat tetap berjalan seperti biasa meskipun sejak malam suara gemuruh terdengar dan kawah Gunung Slamet mengeluarkan abu vulkanik. Sempat terjadi hujan pasir halus di Dukuh Bambangan pada Jum’at (13/3) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Namun, hujan pasir itu tidak berlangsung lama. “Sempat terjadi hujan pasir halus di sekitar Dukuh Bambangan, ini sama seperti tahun 2009 silam,” kata Sugeng Riyadi, warga setempat. (BNC)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.