Menteri Perdagangan Resmikan Dua Pasar Tradisional

Mendag resmikan pasar tradisional di KebumenKEBUMEN (BanyumasNews.Com) – Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi,hari ini, Kamis ( 13/3/2014) meresmikan   pembangunan pasar- pasar tradisional di Kabupaten Kebumen.  Peresmian dua pasar tradisional tersebut, yakni Pasar Kutowinangun dan Pasar Petanahan  dipusatkan di Pasar Kutowinangun.

Muhammad Lutfi menyampaikan meski  dirinya  menjabat  sebagai  Menteri Perdagangan  hanya  sekitar  delapan bulan, dirinya  akan berupaya  semaksimal menjalankan tugasnya. Khususnya  dalam hal stabilisasi harga baik di tingkat daerah maupun nasional, melalui pembangunan pasar-pasar tradisional yang  baik dan ideal.

Ditambahkannnya, pembangunan pasar tradisional dengan fasilitas modern diharapkan akan  mengurangi citra  pasar tradisional  yang selama ini, seperti kumuh, becek serla gelap,tata letak kios dan los yang tidak teratur  sesuai jenis dagangan.  Dalam kesempatan tersebut  Lutfi juga  menyampaikan apresiasi terhadap BRI  yang telah  membantu  para  pedagang  melalui program KUR  dan CSR.

Sementara  Bupati Kebumen H Buyar Winarso berharap dengan  penataan  pasar tradisional akan  berpengaruh terhadap  daya saing dari pasar itu sendiri. Sehingga  pembeli tidak malas  untuk berbelanja ke pasar tradisional, karena sudah tidak becek, pengap, gelap dan kumuh lagi.  Dalam kesempatan tersebut Bupati  juga berharap  agar pembangunan pasar-pasar tradisional di Kabupaten Kebumen selalu mendapat perhatian dan prioritas dalam penganggarannya.

Data  Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pengelolaan pasar kabupaten Kebumen  menyebutkan  Pembangunan Pasar Kutowinangun  menyedot anggaran sebesar Rp. 15 milyar yang bersumber dari APBN. Pasar tersebut memiliki 128 kios, 36 Los dan diperkirakan mampu menampung 1.192 pedagang, dengan omset per bulan rata-rata Rp. 3.576.000.000. Adapun  fasitas yang dimiliki berupa  kantor pengelola, musholla, 3 kamar mandi, 3 MCK, kontainer tempat sampah, tempat parkir seluas 1.000 meter persegi, serta 1 unit klinik.

Sedangkan Pasar Petanahan memiliki 102 kios, 53 Los  serta  menampung 797 pedagang, dengan omset per bulan rata-rata Rp. 2.388.690.000.  Bangunan Pasar  yang menelan anggaran Rp 9,2 milyar  tersebut  memiliki fasilitas kantor pengelola, musholla, 3 kamar mandi, 3 MCK, kontainer tempat sampah, tempat parkir seluas 690 meter persegi, serta 1 unit klinik. (BNC)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.