Mobil KPU Dipecah, Laptop Isi Dokumen Pemilu Raib

kaca mobil operasional KPUD Purbalingga dipecah. Laptop isi dokumen penting pemilu raib.
kaca mobil operasional KPUD Purbalingga dipecah. Laptop isi dokumen penting pemilu raib.

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com  – Seseorang yang belum diketahui identitasnya memecah kaca pintu samping kanan mobil milik Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Purbalingga, Senin petang (10/3). Saat kejadian, mobil minibus Toyota Avanza bernomor polisi R 9501 SC itu tengah diparkir tidak jauh dari gerbang kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) di Jalan Komisaris Noto Sumarsono (Kominot) Purbalingga. Satu unit laptop milik Ketua KPUD. Sri Wahyuni, raib.

Ketua KPUD Sri Wahyuni di lokasi kejadian menuturkan, Senin petang, seluruh komisioner KPUD Purbalingga tengah berada di kantor Panwaslu untuk rapat koordinasi. Kelima komisioner sempat menjalankan salat maghrib di gedung itu. Sesaat setelah selesai salat, terdengar suara keras dari luar gedung Panwaslu.

“Kami mendapati kaca pintu tengah sebelah kanan sudah pecah. Belakangan baru diketahui laptop saya juga hilang,” tutur Sri Wahyuni sembari menyebutkan, laptopnya diletakkan di jok depan sebelah kiri.

Sri Wahyuni memastikan, tidak ada data-data strategis mengenai pelaksanaan pemilu di laptop itu. Semua data penting sudah disimpan di hard disc komputer yang berada di gedung KPU.

Polisi yang dilapori kejadian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kasat Reserse Kriminal Polres Purbalinga AKP Sarji menuturkan, pihaknya belum bisa menyimpulkan motif perusakan kaca mobil milik KPU tersebut. Menurutnya, semua kemungkinan bisa terjadi.

“Yang dipecah kaca pintu tengah sebelah kanan. Laptopnya di jok depan kiri. Kok bisa cepat sekali mengambilnya. Seolah-olah sudah diincar,” ujar Sarji.

Saat kejadian, pada Senin petang itu lalu-lintas di ruas jalan Kominot masih sangat ramai. Persis di depan gedung kantor Panwaslu terdapat beberapa rumah makan. Sayangnya, tidak satupun orang yang berada di sekitar tempat kejadian perkara sempat menyaksikan kejadian tersebut.

“Saya mendengar suara kaca pecah keras sekali. Tapi saya tidak melihat ada orang di sekitar mobil itu. Soalnya di depan kantor Panwas itu gelap,” tutur Yani yang tengah membeli ayam goreng di depan kantor Panwaslu. (BNC)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.