Tasdi Terpilih Jadi Wabup Purbalingga

Salah seorang anggota DPRD memasukkan surat suara dalam pemilihan Wabup Purbalingga, Senin (3/3). H Tasdi SH MM akhirnya terpilih setelah meraih 23 suara, mengalahkan Ambar Budi Yuwono yang meraih 21 suara.
Salah seorang anggota DPRD memasukkan surat suara dalam pemilihan Wabup Purbalingga, Senin (3/3). H Tasdi SH MM akhirnya terpilih setelah meraih 23 suara, mengalahkan Ambar Budi Yuwono yang meraih 21 suara.

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com) – Rapat Paripurna DPRD, Senin (3/3) berhasil memilih dan menetapkan H Tasdi SH MM sebagai Wabup Purbalingga periode 2010-2015. Ketua DPRD Purbalingga tersebut mampu meraih 23 suara, unggul tipis dari cawabup Ambar Budi Yuwono yang memperoleh 21 suara. “Rapat paripurna diikuti oleh 44 anggota dewan. Semuanya melaksanakan hak pilih dengan metode pemungutan suara tertutup,” kata Ketua Panitia Pelaksana (Panlak) Pemilihan Wabup, Tongat.

Rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Yuniarti SH dilaksanakan secara tertutup. Sejumlah wartawan yang mencoba meliput, hanya bisa menunggu dari luar ruang rapat paripurna. Tongat mengatakan bahwa sesuai PP Nomor 16 tahun 2010 tentang Tata Tertib DPR dan DPRD, memang ada sejumlah rapat yang dilaksanakan secara tertutup. “Rapat pemilihan wabup termasuk salah satunya sehingga kami laksanakan secara tertutup,” ungkapnya.

Sebelum pemilihan, dilaksanakan pengecekan surat suara. Dua cawabup masing-masing Tasdi dan Ambar duduk di depan. Sejak awal Tasdi memang diunggulkan untuk memenangkan pemilihan. Pasalnya Tasdi juga secara resmi telah mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP.

Usai pemungutan suara dilakukan, kedua cawabup dipersilahkan keluar dari ruangan rapat paripurna. Dari hasil perhitungan suara Tasdi mengumpulkan 23 suara dan Ambar 21 suara. Dengan demikian Tasdi dinyatakan terpilih sebagai wabup. “Hasil rapat paripurna ini akan kami buat berita acara. Selanjutnya kami akan mengirimkannya kepada Mendagri melalui gubernur. Setelah itu Mendagri akan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan dan pelantikan yang bersangkutan menjadi wabup,” kata Yuniarti.

Ketika ditanyakan kapan proses pelantikan akan dilakukan, Yuniarti mengatakan hal tersebut tergantung Mendagri. Menurutnya pihaknya tidak memiliki wewenang dan kapasitas untuk memastikan kapan SK tersebut turun. “Yang jelas setelah SK turun langsung dilaksanakan pelantikan,” ungkapnya.

Mengenai posisi Tasdi, menurutnya pada saat pemilihan yang bersangkutan memang non aktif. Namun setelah itu sampai SK pengangkatan dan pelantikan sebagai wabup turun dia masih menjabat sebagai ketua DPRD. “Setelah dilantik baru akan ditunjuk penggantinya sebagai Ketua DPRD. Mekanisme itu ada di internal PDIP,” lanjutnya.

Sementara itu menanggapi terpilihnya dirinya sebagai wabup, Tasdi enggan berkomentar lebih jauh. Dia mengatakan siapapun yang terpilih, yang terpenting yang menang adalah PDIP. Pasalnya Tasdi dan Ambar merupakan pengurus PDIP. Tasdi adalah Ketua DPC PDIP dan Ambar merupakan Bendahara DPC PDIP. “Saya juga bersyukur karena rapat paripurna kali ini berjalan lancar,” imbuhnya.(BNC/tgr)

 

Ambar Budi Yuwono (kiri) dan Tasdi.
Ambar Budi Yuwono (kiri) dan Tasdi.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.