Warga Karangreja Temukan Goa Baru

Temuan lobang yang diyakini sebagai goa. Saat ini lubang mulai tertutup tanah. Sebelumnya, warga mampu menjangkau hingga kedalaman 20 meter
Temuan lobang yang diyakini sebagai goa. Saat ini lubang mulai tertutup tanah. Sebelumnya, warga mampu menjangkau hingga kedalaman 20 meter

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com) – Masyarakat Desa Karangreja, Kecamatan Karangreja menemukan sebuah lubang yang diyakini sebagai gua. Gua tersebut berada di area persawahan bengkok kepala desa. Penemuan goa tersebut belum bisa di susur sampai sejauh mana goa bermuara karena pencahayaan yang gelap. Masyarakat baru bisa mencapai ke dalaman 20 meteran.

Penemuan goa ini bermula saat Sarif Priyatno hendak mengambil batu di pertengahan sawah. Namun, linggis yang ia pakai masuk terlalu dalam. Sehingaa ia, mencoba kembali mencongkel bebatuan yang yang di anggap mudah. “Ternyata tanah di sekitar ambruk ke bawah. Sedangkan batu yang baru saya congkel masuk ke dalam terowongan yang mirip gua,” kata Sarif.

Sarif menambahkan, kondisi goa yang gelap membuat masyarakat enggan masuk dan mengukur sejauh mana ke dalaman goa baru itu. terakhir masyarakat masuk hanya sampai kedalaman 20 meter dan keluar kembali karena minimnya penerangan. Saat ini, penemuan goa masih dibiarkan bahkan lubang masuk mulai tertutup batu dan tanah.

Menyusul ditemukannya lubang yang menyerupai gua di Desa Karangreja, Kecamatan Karangreja, Pemerintah Kabupaten Purbalingga akan melakukan penelitian awal di goa tersebut. Tim dari Bidang Pariwisata Dinbudparpora (Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga), bersama tim dari Bidang Energi Sumberdaya Mineral/ESDM Dinas Pekerjaan Umum (DPU), rencananya, Kamis ini (27/2) akan turun ke lokasi.

Kepala Bidang Pariwisata Ir Prayitno, M.Si yang dihubungi mengungkapkan, pihaknya belum berani memastikan apakah temuan tersebut berupa goa alami ataukah lorong yang dibuat manusia. Hal ini karena, belum dilakukan eksplorasi lebih mendalam kondisi didalam lubang tersebut. “Tidak menutup kemungkinan di wilayah sisi timur Gunung Slamet, termasuk di wilayah Karangreja terdapat lava yang mengeras dan didalamnya berlubang membentuk gua. Hal ini seperti ketika ditemukan Gua Lawa pada sekitar tahun 1978 silam,” ujar Prayitno, Rabu (26/2).

Dikatakan Prayitno, untuk menjangkau kedalaman gua juga diperlukan peralatan khusus. Hal ini karena kondisi didalam goa belum bisa dipastikan, apakah tersedia oksigen yang cukup atau tidak. “Berdasar laporan awal, ada warga yang sudah berusaha menjangkau hingga kedalaman 20 meter. Artinya, dalam posisi jarak 20 meter masih tersedia oksigen yang cukup. Namun, perlu dieksplorasi lebih jauh, sampai seberapa kedalaman gua tersebut,” ujarnya.

Ketika ditanya, apakah penemuan goa itu bisa menjadi tempat wisata baru?, Prayitno menyatakan segala kemungkinan bisa saja. Seperti halnya saat penemuan Gua Lawa tahun 1970-an yang berada di Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja. Saat ditemukan juga masih tertutup Lumpur dan ketika itu belum terpikirkan akan dijadikan obyek wisata. “Masih perlu waktu panjang untuk menjadikan tempat wisata. Tahap awal perlu dipetakan dahulu kondisi gua tersebut,” kata Prayitno.

Prayitno menambahkan, pihaknya memprediksi temuan lubang yang disebut sebagai gua terbentuk akibat lava yang membeku.  Proses ini terkait dengan proses aliran magma yang encer-panas-membara yang keluar dari kawah gunung api. Ketika magma keluar dari kawah, ia akan mengalir di permukaan menuruni lembah sebagai aliran lava Tentu saja aliran lava ini masih sangat panas membara dalam suhu sekitar 1.000 derajat Celsius.  Tetapi ketika keluar, segera lava ini kontak dengan suhu udara normal dan lava mulai membeku.

Bagian yang membeku dan mengeras lebih dulu adalah bagian permukaan, sementara bagian dalam masih bisa mengalir ke arah lereng bawah. Maka ketika seluruh bahan lava yang masih mengalir di bagian dalam keluar di lereng bawah, akan menyisakan lubang yang di batasi oleh lapisan lava yang mengeras lebih dahulu di permukaan. “Lubang ini yang akhirnya disebut sebagai gua. Sama halnya ketika proses terjadinya gua Lawa,” tambahnya. (BNC/tgr)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.