Banjarnegara Simpan Potensi Tambang Emas

Salah seorang warga Desa Jalatunda, Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara tengah mencoba mendulang emas di Sungai Jalatunda. Beberapa warga setempat mencoba mencari emas karena sedang tidak ada pekerjaan diladang akibat kekeringan. (foto BNC/Ruhito)
Salah seorang warga Desa Jalatunda, Kecamatan
Mandiraja, Banjarnegara tengah mencoba mendulang emas di Sungai
Jalatunda. Beberapa warga setempat mencoba mencari emas karena sedang
tidak ada pekerjaan diladang akibat kekeringan. (foto BNC/Ruhito)

BANJARNEGARA (BanyumasNews.Com)  РSebanyak lima kecamatan di
Banjarnegara diprediksi memiliki potensi tambang emas. Berdasarkan
data di Dinas PSDA dan ESDM Banjarnegara, kelima kecamatan tersebut
adalah Susukan, Pagedongan, Kalibening, Wanadadi dan Pandanarum.

”Kami telah melakukan eksplorasi di lima kecamatan tersebut. Ternyata
di beberapa tempat memiliki kandungan emas. Namun jumlah depositnya
belum terukur secara pasti,” kata Kepala Seksi Pertambangan pada
Dinas PSDA dan ESDM Banjarnegara, Junaedi.

Menurutnya, pihaknya akan melakukan pemetaan guna mengetahui
kepastian jumlah deposit, apakah kandungan emas tersebut dapat
dieksploitasi atau tidak. ”Jika memiliki data akurat tentunya akan
lebih mudah untuk menawarkan ke investor,” katanya. Pemetaan itu akan
difokuskan pada daerah perbukitan utara yang berbatasan dengan
Pekalongan dan perbukitan selatan dengan anak sungai yang melewati
beberapa kecamatan.
Lebih jauh dia mengatakan, hingga kini Banjarnegara belum memiliki
data potensi tambang secara pasti. Data deposit (kandungan) tambang
yang ada, masih merupakan data terkaan saja. Kondisi ini menyebabkan
potensi tambang Banjarnegara kurang diminati oleh investor dari luar
kota.\par
”Sekitar 90 persen potensi tambang di Banjarnegara belum terukur
secara pasti, baik kandungan maupun peta penyebaran bahan tambang.
Dengan data terkaan tentunya sulit menawarkan potensi tambang ini
kepada investor. Mereka takut merugi, jangan-jangan setelah melakukan
investasi, ternyata jumlah depositnya tidak sesuai dengan nilai
investasinya. Berbeda jika memiliki data terukur. Akan lebih mudah
menawarkan potensi tersebut. Sebab investor tidak was-was lagi, sebab
keuntungannya sudah dapat dihutung dengan pasti,” katanya.
Sementara itu berdasarkan pengamatan di lapangan, proses
penambangan emas yang sudah dilakukan warga ada dialiran sungai Sapi
dan Sungai Jalatunda. (Ruhito)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.