Generasi Petani Hampir Punah

Sosialisasi UU Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Kabupaten Purbalingga bertempat di Pendopo Dipokusumo, Senin (24/2).
Sosialisasi UU Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Kabupaten Purbalingga bertempat di Pendopo Dipokusumo, Senin (24/2).

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com)   – Generasi petani di Indonesia sekarang ini hampir punah, hal ini disebabkan karena petani diusia dibawah 35 tahunan sudah jarang. Trend kecenderungan turunnya petani disebabkan para petani tergerus oleh usia sedangkan penerusnya tidak melanjutkan lagi.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua komisi IV DPR RI, Gus Romy pada saat sebagai pembicara Sosialisasi UU Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Kabupaten Purbalingga bertempat di Pendopo Dipokusumo, Purbalingga (Jateng), Senin (24/2/2014).

Gus Romy mengatakan menurunnya generasi pentani disebabkan golongn petani sangat lemah dan tak berdaya di kancah perekonomian bangsa. “Jumlah Petani banyak namun tidak mempunyai nilai tawar. Kenaikan perekonomian kelompok petani cenderung lebih lambat daripada sekelompok masyarakat lainnya”kata Gus Romy.

Disamping itu juga petani Indonesia masih kekurangan lahan. Rata-rata petani Indonesai mempunyai luas lahan sebesar 300 m persegi, kalau dibandingkan dengan petani di Amerika Serikat yang mempunyai 60 hektar, maka produktifitas petani Indonesia sangat memperihatinkan.

Untuk mengatasi hal tersebut lanjut Gus Romy perlu adanya perlindungan dan pemberdayaan petani melindungi petani dari kegagalan panen, meningkatkan kemandirian dan kedaulatan petani, memberikan kepastian usaha petani, menyediakan sarana dan prasarana petani, meningkatkan kemampuan  dan kapasitas petani serta menumbuhkan kelembagaan pembiayaan petani dengan pemberian PUAP satu Gapoktan 100 juta .

Dalam meningkatkan kapasitas petani Gus Romy mengusulkan 10 ribu penyuluh untuk diangkat menjadi PNS pada tahun 2014 kepada presiden. Sistem penyuluh satu desa satu penyuluh akan memberi dampak pada pemahaman petani tentang bagaimana mengelola pertanian. “ Kalau sistem ini di berlakukan di diseluruh Indonesia akan terjadi kekurangan penyuluh sebanyak 20 ribu orang” kata Gus Romy.

Gus Romy juga mengusulkan kepada pemerintah untuk memberikan 2 hektar lahan pertanian kepada petani hal ini sesuai amanat Undang-undangh Pokok Argraria negara mewajibkan untuk memberikan 2 hektar kepada petani. Dan mengratiskan lahan yang kurang dari 2 hektar untuk dibebaskan dari PBB.

Sedangkan pembicara yang kedua Mad Syukur, Staf ahli Menteri Pertanian,  Pemerintah dan pemerintah Daerah melakukan pemberdayaan petani melalui 4 point yaitu  satu pengembangan sistem dan sarana pemasaran hasil pertanian, yang dibangun, dikelola, dan dikembangkan. Kedua mewujudkan pasar hasil pertanian yang memenuhi standar keamanan pangan, sanitasi, serta memperhatikan ketertiban umum.

“Ketiga mewujudkan terminal agribisnis dan subterminal agribisnis. Dan yang keempat adalah mewujudkan fasilitas pendukung pasar hasil pertanian dan memfasilitasi pengembangan pasar hasil pertanian yang dimiliki dan/atau dikelola oleh poktan, gapoktan, koperasi,  dan/atau kelembagaan ekonomi petani lainnya di daerah produksi komoditas pertanian” kata Mad Syukur.

Selain itu juga Pemda harus membatasi pasar modern yang bukan dimiliki dan tidak bekerja sama dengan poktan, gapoktan, koperasi,  dan/atau kelembagaan ekonomi  petani lainnya di daerah produksi komoditas pertanian. Mengembangkan  pola  kemitraan  usaha  tani  yang  saling memerlukan, mempercayai, memperkuat, dan menguntungkan. Mengembangkan sistem pemasaran dan promosi hasil pertanian, mengembangkan pasar lelang dan yang terahir adalah menyediakan informasi pasar serta mengembangkan lindung nilai.

Bupati Purbalingga, Sukento Rido Marhaendrianto dalam sambutannya mengharapkan petani di Purbalingga menjadi petani yang bersepatu. Dengan kata lain petani di Purbalingga diharapkan lebih maju lagi. “Dengan kedatangan Gus Romy ini diharapkan petani Purbalingga dapat tengtengan (bantuan) baik dalam bentuk peralatan atau kebijakan dalam bidang pertanian yang lainnya” kata Sukento.

Dari dari BP2KP pengelonaan dana PUAP di Kabupaten Purbalingga perdesember 2013 sekitar 20,2 milyar, menjadi 24,38 Milyar. Sedangkan dana 2,5 milyar untuk 25 desa belum tersalurkan karena masih dalam tahap persiapan. Dana bantuan hibah bersyarat yang telah digelontorkan kepada sejumlah 227 gapoktan. (BNC)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.