Riverboarder Banjarnegara dan Surabaya Dominasi Juara

Kejuras RiverBoarding & Sejajar II

Seorang peserta  mengarungi jeram sungai Klawing yang melintas di Desa Tangkisan, Kecamatan Mrebet, Purbalingga
Seorang peserta mengarungi jeram sungai Klawing yang melintas di Desa Tangkisan, Kecamatan Mrebet, Purbalingga

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com) – Para riverboarder dari Banyu Wong (Banjarnegara) dan riverboarder dari Surabaya menguasai sejumlah nomor dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Riverboarding dan Sejajar II yang digelar di Sungai Klawing, di Desa Tangkisan, Kecamatan Mrebet, Purbalingga, Sabtu – Minggu (22 – 23/2).

Dalam kejurnas itu dilombakan lima nomor. Masing-masing Boarder Cross Umum, Boarder Cross Master, Boarder Cross Wanita, Enduro Cross dan Enduro Cross Master. Nomor boarder cross menempuh jarak 400 meter dengan 9 gate lintasan, sedang enduro cross dengan jarak tempuh  7  kilometer.

Dua riverboarder Banyu Wong menyabet dua juara di kelas Boarder Cross Umum. Yakni Afi (nomor punggung 39) di posisi pertama dan Dian (36) pada posisi runner up. Sedang juara ketiga diraih Suhartono (31) dari Surabaya.

Pada nomor Boarder Cross Wanita, Siti (35) dari Banyu Wong Banjarnegara merebut juara pertama, mengungguli Siro (21), atlet dari Malang yang menempati posisi kedua.

Dua riverboarding Banyu Wong, Afi dan Dian kembali menempati posisi pertama dan kedua pada nomor Enduro Cross. Atlet dari Bandung, Melki Oktavian (02) harus puas di posisi ketiga.

Banyu Wong gagal merebut gelar juara di dua nomor lainnya, Boarder Cross Master dan Enduro Cross Master . Pada Boarder Cross Master, juara pertama diraih Adi Ruswin (29) dari Surabaya dan Toni Eot (26) dari Bandung di posisi kedua. Adi Ruswin juga menempati posisi pertama pada Enduro Cross Master, dan Toni Eot di posisi kedua.
Ketua Panitia Kejuaraan Riverboarding Purbalingga Toto Triwindarto mengatakan,  kejurnas riverboarding Sejajar II merupakan kelanjutan dari kejurnas riverboarding sejajar 1 yang diselenggarakan 2 tahun lalu di Bogor, Jawa Barat. Selain menu utama kompetisi dengan spirit sportifitas, sesuai tema “Kelestarian Sungai Untuk Kehidupan”, panitia juga menyelenggarakan kegiatan pelestarian lingkungan berupa penanaman bibit pohon disekitar DAS dan penebaran benih ikan.

“Ajang kejurnas ini juga disisipi kegiatan Sarasehan Jajaran Riverboarder Indonesia (Sejajar) II. Kegiatanya melibatkan masyarakat umum, termasuk mahasiswa, pelajar, dan aktivis olahraga sungai,” kata Toto yang juga Ketua Umum Kayak Tirtaseta Purbalingga.

Kegiatan yang baru pertama ada di Purbalingga ini, lanjut Toto, dihadiri riverboarder dari 5 provinsi yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, Jateng, Jatim dan Bali. “Target kita 100 peserta. Namun hanya 80 peserta yang hadir. Tiga diantaranya peserta perempuan,” jelas Toto.

Selama dua hari, kejurnas Riverboarding SI II terbagi dalam tiga kategori. Yakni Kategori boardercross umum dan boardercross veteran/master yang diselenggarakan Sabtu (22/2). Untuk jadwal Minggu (23/2), dilombakan kategori Endurocross yang diikuti seluruh peserta. Para peserta akan menempuh jeram sepanjang 7 km, dilepas dari lokasi start di dDsa Tangkisan, Mrebet dan finish di Desa Onje

“Selain hadiah berupa uang tunai total 10 juta, pemenang kejurnas riverboarding mendapat piala yang terbuat dari batu Sungai Klawing. Piala dari batu itu untuk menampilkan kekayaan potensi lokal batu mulia Purbalingga,” pungkasnya.

Panitia lainnya, Eko Susilo menuturkan, kejurnas ini  merupakan series kejuaraan nasional yang menjadi haknya JR (Jabodetabek Riverboarding). Tapi pelaksanaannya dipindahkan ke sungai Klawing di Purbalingga. Pada kegiatan ini, JR bekerja sama dengan Owabong dan Komunitas Kayak Tirtaseta.

“Kami didukung IRA (Indonesian Riverboarding Association), Dinas Pariwisata Jateng, dan Pemkab Purbalingga,” ujar Kepala Bagian Marketing Perusahaan Daerah Obyek Wisata Air Bojongsari.

Eko menambahkan, alasan dipindahkanya lokasi kejuaraan JR, karena potensi sungai Klawing yang bersih dan perlu dilestarikan. Termasuk adanya komunitas riverboarding yang masih perlu dikembangkan.  “Para rafter (pengarung jeram) dan kayaker, Minggu (23/2) juga akan hadir memeriahkan acara di Sungai Klawing ini,” tambahnya.

Sementara itu Bupati Sukento Rido Marhaendrianto saat membuka kejuaraan  mengatakan, menjadi sebuah kebanggaan bagi Purbalingga dimana salah satu potensi yang kita miliki yakni Sungai Klawing dijadikan tempat menggelar kegiaan nasional. “kejuaraan ini tentu akan semakin mengangkat pariwisata Purbalingga,” katanya saat membuka kegiatan itu di lokasi start komplek jembatan Sungai Klawing di Desa Tangkisan Kecamatan Mrebet, Sabtu (22/2).

Diakui Bupati, penyelenggaraan Kejurnas Riverboarding dapat meningkatkan pariwisata Purbalingga. Menurut Sukento, ketika kegiatan seperti ini banyak diikuti peserta dari luar Purbalingga, akan menjadi media promosi yang sangat luar biasa. Ketika banyak wisatawan yang datang ke Purbalingga tentu akan menguntungkan berkembangnya para pengusaha UMKM Purbalingga.

Sukento menambahkan, kegiatan bertaraf nasional ini, dapat meng-edukasi masyarakat agar selalu menjaga kelestarian hayati sungai. “Kedepan sungai Klawing dapat dikembangkan sebagai pusat potensi ekonomi. Misalnya sebagai tempat wisata, tempat pemancingan dan kegiatan ekonomi lainnya,” tambahnya. (BNC)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.