Sempat Terlibat Duel, Juragan Sapi Dirampok

Polisi melakukan olah TKP kasus perampokan juragan sapi.
Polisi melakukan olah TKP kasus perampokan juragan sapi.

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com)  – Nasib apes menimpa  Arjo Ribut Riyanto (42) warga RT 2 RW 3 Desa Nangkod, Kecamatan Kejobong, Purbalingga. Arjo yang merupakan juragan sapi itu, rumahnya  disantroni kawanan perampok bersenjata api, Senin (10/2/2014) dini hari.

Korban sempat duel dengan salah satu perampok, namun korban terkapar setelah dipukul dengan tongkat kayu. Uang sebesar Rp 75 juta dan dua ponsel dibawa perampok. Adapun korban mendapatkan perawatan di puskesmas Kejobong.

Menurut keterangan korban, kejadian sekitar pukul 02.00. Saat itu korban dan istrinya yang sedang tidur, tiba-tiba dikagetkan oleh suara berisik dari arah dapur. Korban yang penasaran lalu membuka pintu dapur. Tiba-tiba ia dikejutkan oleh empat orang. Mereka membawa senjata api, senjata tajam dan pentungan. Lalu aksi dorong-dorongan pintu pun terjadi. Karena tidak kuat korban akhirnya lari ke kamar.

“Di kamar juga dorong-dorongan pintu. Saya lalu kabur melalui pintu samping kamar sambil teriak-teriak rampok. Ternyata di luar tiga kawan pelaku sudah berjaga-jaga. Saya tidak jadi keluar, lalu berlari ke lorong samping rumah,” katanya.

Di lorong tersebut, korban yang merupakan pedagang sapi itu dan salah satu pelaku sempat adu fisik. Pelaku dipukul oleh Arjo dengan genting, namun korban akhirnya dilumpuhkan setelah dipukul menggunakan tongkat di bagian tengkuk.

Sementara itu, di dalam rumah, istri korban yang sendirian dipaksa oleh kawanan perampok untuk mengambil uang. Salah satu pelaku menembakkan peluru ke atas dan mengenai tembok untuk menakut-nakuti korban. Uang tunai sebanyak Rp 75 juta di brankas di salah satu kamar akhirnya dibawa. Juga dua ponsel milik korban.

Pada saat bersamaan, sejumlah warga yang mendengar teriakan korban pun berdatangan. Namun mereka mundur karena para pelaku mengancam akan menembak warga. Setelah berhasil menggasak harta korban, para pelaku lalu kabur menggunakan mobil jenis MPV warna silver ke arah Banjarnegara.

Kapolsek Kejobong, AKP Warokoh dan Kasat Reskrim Polres Purbalingga,AKP Sardji Sardji dan anggotanya yang mendapat laporan perampokan tersebut segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Para saksi dimintai keterangan.

“Ada 11 saksi yang kami mintai keterangan. Kasus ini kami kembangkan. Kami berkoordinasi dengan Polda untuk menanganinya,” kata Sardji.

Menurut Sardji, diperkirakan perampok berjumlah tujuh orang, empat masuk ke rumah korban, tiga berjaga di luar. Adapun modus operasinya, para pelaku masuk ke rumah terlebih dulu dengan memanjat tembok menggunakan tangga. Setelah masuk ke area rumah, mereka masuk melalui pintu belakang. Ternyata, jendela dekat pintu tidak terkunci.

“Tangan pelaku merogoh kunci pintu belakang dan membukanya. Setelah masuk, ke dapur, ada pintu lagi. Sepertinya pelaku mau mencongkelnya, tetapi pintu itu dibuka oleh korban yang penasaran dengan suara ribut di belakang. Pelaku menembakkan peluru ke atas dan mengenai tembok untuk menakut-nakuti istri korban,” paparnya. (BNC/Tgr)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.