Polisi Usut Anggota yang Cabuli ABG

Korban didampingi tokoh pemuda melapor ke DPRD Komisi D banyumas (foto:nan)
Korban didampingi tokoh pemuda melapor ke DPRD Komisi D Banyumas (foto:nan)

BANYUMAS (BanyumasNews.Com) – Polisi akan segera menyelidiki informasi yang belakangan beredar tentang dugaan pencabulan yang dilakukan oknum polisi terhadap sejumlah anak baru gedhe (ABG). Menyusul laporan seorang remaja ke DPRD yang diduga telah dicabuli oknum tersebut.

Kapolsek Rawalo AKP Romandi saat dihubungi wartawan mengatakan belum menerima laporan adanya kasus tersebut. “ Kami belum menerima laporan tersebut. Nanti kita croscek dengan anggota yang dituduh melakukan itu,” ujar Kapolsek.

Pada Rabu (05/02) siang seorang remaja mengaku sebagai korban pencabulan oleh oknum polisi, seorang remaja sebut saja Bunga warga Jatilawang, Banyumas mengadukan kasusnya ke DPRD setempat. sayangnya di kantor wakil rakyat tersebut, para anggota dewan tidak ada di tempat. menurut informasi, kasus yang sempat mengegerkan ini korbannya diduga lebih satu orang.

Remaja  ini diantar seorang tokoh pemuda setempat. keduanya kemudian memasuki ruang komisi d DPRD Banyumas . Namun sayang seluruh anggota Komisi D tak berada ditempat. Meskipun sudah pukul sepuluh siang, namun ruang komisi d tersebut masih kosong. setelah menunggu hampir dua jam, akhirnya remaja ini pulang.

Korban akhirnya pulang, karena tak ada anggota dewan di kantor DPRD (foto:nan)
Korban akhirnya pulang, karena tak ada anggota dewan di kantor DPRD (foto:nan)

Remaja yang masih duduk di bangku kelas dua SMK swasta ini mengaku sudah berulangkali diajak oknum polisi ke sebuah tempat komplek wisata. “ Di tempat wisata atau di hotel saya dicekoki dengan minuman keras hingga akhirnya saya dibegitukan,” tutur Bunga.

Gus Dullah, tokoh pemuda yang mengantar remaja tersebut menuturkan, Bunga merupakan salah satu korban dari okum polisi tersebut. karena selama tiga bulan terakhir ada tiga remaja yang sudah mengadu tentang perlakuan oknum polisi tersebut. “ Satu korban bahkan terpaksa melakukan aborsi akibat ulah oknum polisi anggota Polsek tersebut.” Ujar Gus Dullah.

Keluarga korban mewakilkan kepada pelapor untuk mengadukan kasus tersebut ke dewan dengan alasan khawatir laporan ke polisi tak ditanggapi.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.