Rekrut Yohan Cabaye, Pemilik PSG Ingin Pemain Prancis Bersinar di Negara Sendiri

Namun, di balik semua pernak-pernik kepindahan Cabaye ke Paris Saint-Germain. Terlepas dari menterengnya prestasi Cabaye selama ini, dan tentunya kebutuhan klub hingga akhirnya Cabaye direkrut, ada hal penting lain yang barangkali bisa dijadikan contoh untuk klub-klub suatu negara. Entah alasan ini benar adanya atau tidak. Hanya pemilik klub dan Tuhan yang tahu.

Apa itu?

Alasan Cabaye pemain bagus, dipandang dapat mengangkat performa dan pamor klub domestik maupun luar negeri, itu sudah pasti! Satu hal ini yang barang kali menarik untuk diketengahkan pada tulisan ini, ialah karena Cabaye berasal dari Prancis!

Pemilik klub PSG Nasser Al Khelaifi selain membutuhkan pemain andalan sesuai kebutuhan klub di masing-masing lini, rupanya ia juga ingin agar klub bisa memboyong para pemain andal putra Prancis. Asalannya jelas, ia ingin pemain Prancis berjaya dan berkontribusi memajukan persepakbolaan Perancis.

“Sangat penting bagi kami merekrut pemain Prancis ke PSG untuk mengembalikan mereka di Liga Prancis.” Kata Khelaifi seperti dilansir situs resmi klub.

Selain Cabaye, PSG juga tengah membidik Pogba yang sekarang membela Juventus dan bersinar di Juve untuk ‘dipulangkan’ ke Prancis.

Komitmen semacam ini bisa baik bisa saja buruk. Baik apa bila penerapannya tidak asal orang Prancis direkrut semua. Tetap harus pilah-pilih pemain yang sesuai dengan kebutuhan klub. Namun sebaliknya, tamatlah riwayat klub tersebut bila membabi-buta. Asal orang Prancis boleh masuk klub A, B, C, dst, tanpa melalui proses dan prosedur yang benar.

Dampak positif dari komitmen di atas, bila itu benar adalah Timnas Prancis itu sendiri. Contoh jelasnya Liga Inggris. Siapa tak kenal kompetisi Liga Inggris? Liga paling kompetitif, bergengsi di dunia. Siapa pula pemain-pemain ampuh di dalamnya? Anda semua sudah pasti tahu! Tapi bagaimana dengan timnas Inggris?

Semua tahu, prestasi tertinggi sekaligus terakhir yang ditorehkan Inggris adalah menjuarai Piala Dunia 1966 di rumah sendiri.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.