Pemkab Banyumas Janjikan Pestisida Gratis

semprot hama wereng.
semprot hama wereng.

BANYUMAS, (BanyumasNews.Com) – Dalam upaya memberantas hama wereng coklat di Kabupaten Banyumas Pemkab Banyumas menjamin pestisida gratis kepada para Petani, demikian sebagian pernyataan Bupati Banyumas Ir. H. Achmad Husain kepada petani pada acara Pencanganan Gerakan Massal Pengendalian Hama Wereng Coklat yang di pusatkan di Desa Gambarsari Kecamatan Kebasen.

Acara gerakan massal pengendalian hama wereng coklat dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah, Para pimpinan Dinas terkait, Camat dan Gapoktan dan Kelompok Tani di Kecamatan Kebasen, diawali dengan  penyemprotan padi untuk mengendalikan hama wereng coklat oleh Bupati, Asekbang & Kesra Kepala Dinpertanbunthut, Kepala Bapeluh Camat dan petani desa Gambarsari Kecamatan Kebasen.

Husein juga mengatakan, hal yang diperlukan untuk menekan hama wereng sekarang adalah obat harus ada, tekhnik harus tahu, alat harus ada sehingga dapat untuk melakukan tindakan pembrantasan hama wereng coklat, terkait dengan obat pemkab menjamin dan menyuplai obat dengan gratis tinggal kelompok tani mengajukan melalui mantri tani yang ada di tiap-tiap kecamatan.

Tekhnik, para penyuluh siap untuk memberikan bimbingan bagaimana cara yang benar yaitu melakukan penyemprotan pada pagi hari setelah matahari terbit dan dengan kondisi embun atau air sudah tidak ada di tanaman sehingga pestisida yang disemprotkan akan bekerja aktif, dan mengenai ketersediaan alat pemkab akan mengupayakan memenuhi kekurangan alat, yang terpenting petani telaten secara terus menerus melakukan penyemprotan sampai hama habis supaya tidak berkembang.

Untuk jangka panjang Husein dalam bahasa campuran Banyumasan mengatakan, petani kudu sabar, nrima aja srakah, sabar aja karena kepengin panen sing gede gede dipaksa dipompa dengan menggunkan pupuk kimia atau anorganik yang berlebihan  (jangan karena ingin panen yang banyak dipaksakan dengan menggunakan pupuk anorganik yang berlebihan) tetapi diibaratkan seperti manusia berpuasa yaitu untuk menyehatkan tanaman.

Petani juga diharapkan mulai menggunakan pupuk organik jangan ketergantungan dengan pupuk anorganik ” petani mulai sekarang dan secara bertahap jangan ketergantungan dengan pupuk anorganik contoh urea dan sejenisnya,  tetapi mulai menggunakan pupuk organik yaitu pupuk kandang dan lainnya dan memanfaatkan jerami yang ada untuk pupuk jangan dibuang” imbuhnya

Aja srakah, walaupun air ditempat kita melimpah dapat untuk 3 kali tanam  akan tetapi jangan semuanya ditanami padi yaitu 2 kali padi 1 kali palawija terutama kedelai yang merupakan banyak dibutuhkan dipasaran, tahun depan untuk penanaman kedelai pemkab menjamin bibit dan srapodi gratis yaitu  1 ha diberikan bantuan 1,7 juta rupiah dan pada saat ada intruksi penanaman kedelai pemkab menjamin tidak ada kesulitan bibit  dan saprodi.

Sementara dalam dialiog dengan petani yang amenginginkan adanya bantuan alat, penanganan banjir dan perbaikan saluran, Husein mengatakan, alat secara bertahap akan segera dipenuhi , terkait dengan penanganan banjir, akan menginstruksikan kepada dinas terkait untuk menganalisa dan melakukan tindakan untuk pencegahan banjir termasuk untuk perbaikan beberapa saluran air.

sebelumnya Kepala Dinpeertanbunhut Kabupaten Banyumas Ir. Tjutjun Sunarti Rochidie dalam laporannya mengatakan, secara umum tahun 2013 mulai bulan Januari s/d Desember 2013 dari luas tanam 59.000 Ha terserang hama wereng coklat 969 Ha (1,67%)  dan khusus pada bulan desember 2013 periode 1-15 Desember dari luas tanam 9.291 Ha di 18 kecamatan serangan hama wereng coklat m,encapai 330 ha dan periode 16-31 Desember 2013 dengan luas tanam 16.644 Ha di 19 Kecamatan serangan mencapai 429 Ha.

Tjutujun juga menyampaikan, pengendalian hama wereng coklat telah dilakukan mulai dari pengamatan, kecepatan informasi, ketepatan pemeberian pestisida, cara penyemprotan yang benar namun karena kondisi iklim  dan curah hujan yang tinggi menyebabkan efektifitas pestisida dimungkinan menurun, dan hal lain adalah pengendalian yang yang tidak serentak sehingga memungkinkan mobilitas wereng coklat dari satu areal ke areal lainnya.

Tjutjun menambahkan, gerakan pencangan pengendalian hama wereng dilakukan secara serentak di seluruh kecamatan terutama 19 kecematan yang terserang hama wereng dengan dipimpin oleh camt, muspika, mantri dan PPl pertanian di setiap kecamatan  dengan tujuan supaya disemua areal wereng akan musnah dan tidak lagi terjadi mobilitas/pemindahan wereng dari lokasi yang belum disemprot ke lokasi yang telah disemprot.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.