Pengembangan Lanud Wirasaba, TNI AU Tunggu Konsep Kerjasama Lima Bupati

Pesawat Susi Air mendarat di Lanud Wirasaba, Purbalingga. Pangkalan udara milik TNI AU itu akan dikembangkan jadi bandara komersial. (BNC/tgr)
Pesawat Susi Air mendarat di Lanud Wirasaba, Purbalingga. Pangkalan udara milik TNI AU itu akan dikembangkan jadi bandara komersial. (BNC/tgr)

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com)  – Komandan Pangkalan Udara (Lanud) Wirasaba Mayor Pnb Adreas A Dhewo mengatakan pihaknya menunggu hasil pembicaraan lima bupati, masing-masing bupati Purbalingga, Banyumas, Banjarnegara, Wonosobo dan Kebumen terkait  tindak lanjut pengembangan Lanud Wirasaba.

“Kami mendapatkan informasi bahwa saat ini sedang disusun konsep kerjasama dan pengelolaan jika menjadi bandara komersial,” ungkapnya, saat menghadiri Ceramah Tentang Prinsip Pokok Daya Saing Sebagai Jembatan Kepentingan Ekonomi dan Pertahanan Nasional, di Pendapa Dipokusum Pemkab Purbalingga, Jumat (10/1). Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Jajaran TNI AU Lanud Wirasaba bekerjasama dengan Pemkab Purbalingga.

Menurutnya pihak TNI AU bersikap welcome terkait rencana pengembangan tersebut. Pihaknya mendapatkan banyak manfaat dengan adanya pengembangan. Pasalnya selain memiliki dampak positif bagi pengembangan ekonomi, pengembangan Lanud Wirasaba juga tetap bisa digunakan untuk kepentingan pertahanan.

Sementara itu Dosen Program Pascasarjana Universitas Pertahanan Indonesia  Haryo Budi Rahmadi dalam kesempatan mengatakan dia sangat mendukung pengembangan Lapangan Udara (Lanud) Wirasaba yang ada di Desa Wirasaba Kecamatan Bukateja, Purbalingga menjadi bandara komersial. Menurutnya kendati bandara itu kelak akan bernilai ekonomi, namun dalam kondisi perang, tetap bisa digunakan untuk kepentingan militer dan pertahanan.

Menurutnya, hampir semua bandara di Indonesia merupakan peninggalan Belanda. Bandara itu sebenarnya dibangun dengan speksifikasi militer. Landasan pacu juga memungkinkan untuk digunakan pesawat-pesawat militer. Hanya saja, dalam pengembangan dan perawatannya tidak memadai. “Untuk menjadi bandara komersial, Lanud Wirasaba memang perlu dibenahi lagi,” ungkapnya.

Secara terpisah, Kepala Bappeda Purbalingga Ir Setiyadi, M.Si mengemukakan, potensi yang mendukung LanudWirasaba menjadi bandara komersial adalah melihat posisi yang strategis dari sejumlah kabupaten tetangga. Posisi strategis karena mudah dijangkau dan jarak yang tidak terlalu jauh dengan kabupaten sekitar antara lain Kabupaten Banyumas, Banjarnegara, Wonosobo, Kebumen, serta Pemalang. Sedang dari sudut penerbangan sangat bagus karena tidak terjadiOffcycle dimana jauh dari bukit maupun gunung.

“Ijin prinsip pemanfaatan Pangkalan Udara Wirasaba menjadi Lapangan Udara Sipil telah dikeluarkan oleh Mabes TNI AU pada tahun 2007,” kata Setiyadi.

Pangkalan Udara Wirasaba berdiri sejak jaman Belanda, dengan kondisi geografis yang sangat strategis dan kontruksi landasan pacu (run way) yang kokoh didukung hasil test tanah (CBR) yang memenuhi syarat. Pangkalan ini memiliki luas ± 115 Ha yang tidak bermasalah. (BNC/tgr)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.